
Kuliner malam di Yogyakarta Bakmi Jawa Pak Pele. (Google Maps)
JawaPos.com - Berburu kuliner malam di Yogyakarta memang tidak pernah ada habisnya. Saat matahari terbenam, kota ini justru makin hidup dengan deretan jajanan yang buka dari sore hingga dini hari, bahkan ada yang siap melayani sampai pagi.
Mulai dari yang legendaris puluhan tahun, hingga jajanan kaki lima yang selalu diserbu anak muda, semuanya hadir dengan cita rasa khas yang bikin kangen.
Buat kamu yang hobi lapar tengah malam atau sengaja cari makanan setelah jalan-jalan, berikut 12 jajanan kuliner malam di Yogyakarta yang ramai dari buka sampai pagi dan wajib masuk daftar buruan.
Warung Sate Samirono sudah menjadi ikon kuliner malam Jogja sejak berdiri pada 1977. Tempat ini terkenal dengan beragam pilihan sate, mulai dari sate ayam, sate kambing, sate buntel, hingga sate bebek yang empuk dan kaya bumbu. Aroma bakaran satenya saja sudah cukup membuat siapa pun tergoda.
Tak hanya sate, warung ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, gulai, dan tongseng yang tak kalah menggugah selera.
Keunggulan lainnya, Warung Sate Samirono buka 24 jam. Jadi, mau datang dini hari atau pagi buta sekalipun, perut tetap bisa terpuaskan.
Nasi Teri Gejayan bukan sekadar warung makan biasa, melainkan kuliner legendaris yang sudah eksis sejak era 1970-an. Ciri khasnya terletak pada nasi putih hangat yang dicampur teri pedas gurih, menciptakan perpaduan rasa asin, pedas, dan nikmat di setiap suapan.
Berbeda dari kebanyakan warung teri yang menyajikan nasi kucing, di sini porsinya lebih mengenyangkan.
Harganya pun ramah di kantong, mulai dari belasan ribu rupiah, dengan pilihan lauk tambahan seperti gudeg, ayam, telur, tempe, dan berbagai sayuran.
Kalau sedang berada di kawasan Malioboro, Lesehan SBTB Terang Bulan wajib disinggahi. Warung lesehan ini terkenal dengan suasana santainya dan menu khas Jogja yang selalu jadi favorit wisatawan maupun warga lokal.
Bebek goreng yang renyah dan gudeg dengan cita rasa autentik menjadi menu andalan.
Ditambah harga yang terjangkau, mulai dari puluhan ribu rupiah, membuat tempat ini selalu ramai. Lesehan SBTB Terang Bulan buka dari sore hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.
Gudeg Mercon Bu Tinah hadir sebagai alternatif gudeg bagi pencinta pedas. Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang manis, gudeg di sini justru terkenal dengan sensasi pedas “mercon” yang menggigit lidah.
Rasa pedasnya berasal dari sambal krecek super pedas yang berpadu dengan kuah santan gurih. Kombinasi ini membuat Gudeg Mercon Bu Tinah selalu diburu, terutama oleh mereka yang ingin mencicipi gudeg dengan rasa ekstrem.
Mie Nyemek Bus City sudah menemani malam warga Jogja sejak 2002. Terletak di kawasan Mergangsan, warung ini terkenal dengan olahan mie instan yang dimasak dengan cara khusus, bukan sekadar direbus biasa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
