Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Oktober 2025, 17.40 WIB

7 Cara Ikhlas dan Move On di Akhir Tahun 2025, Simak Bagaimana!

Ilustrasi cara ikhlas dan move on di akhir tahun 2025 (Geediting)



JawaPos.com - Tidak semua kisah dalam hidup berakhir dengan penjelasan yang jelas. Kadang hubungan berhenti di tengah kalimat tanpa kata perpisahan, tanpa permintaan maaf, tanpa alasan yang bisa dijelaskan. Kita hanya dibiarkan menggantung di antara tanda tanya dan perasaan yang belum selesai.

Ketika seseorang pergi tanpa penjelasan, hati dan pikiran seolah tidak bisa menerima. Tubuh ingin tenang, tapi pikiran terus mencari “mengapa”. Padahal, keduanya jarang datang bersamaan.

Bagi kamu yang sedang berjuang untuk ikhlas, memahami tujuh kebenaran ini akan membantu kamu menemukan kedamaian batin, bahkan tanpa harus mendapat penutupan dari orang lain.

Dilansir dari Geediting, Jumat (10/10), berikut 7 cara belajar ikhlas dan move on tanpa penjelasan di akhir tahun 2025.

1. Penutupan itu diciptakan, bukan diberikan orang lain

Menunggu seseorang memberi penjelasan hanya akan membuatmu terjebak dalam harapan yang tak pasti. Kadang jawaban yang datang pun tak bisa menenangkan hati.

Ketenangan bukan soal “mengerti alasan”, tapi soal menerima keadaan.
Cobalah ubah pertanyaanmu menjadi: “Makna apa yang bisa kuterima hari ini?”

Misalnya, “Aku tidak tahu kenapa ini berakhir. Tapi aku tahu aku sudah jujur, dan aku tidak akan kehilangan diriku sendiri demi bertahan di tempat yang salah.”

Kedamaian batin bukan sesuatu yang ditemukan, melainkan sesuatu yang kamu bangun dari dalam diri.

2. Tubuhmu butuh ritual kecil, bukan paragraf panjang

Kita sering mencari “closure” dalam kata-kata, padahal tubuhlah yang sebenarnya ingin tenang.

Lakukan ritual sederhana selama 30 hari: menyalakan lilin setiap malam, berjalan pagi di rute yang sama, atau meletakkan tangan di dada dan bernapas dalam lima kali saat pikiran mulai gelisah.

Kuncinya bukan pada durasi, tapi pada konsistensi.
Ritual kecil membantu tubuhmu merasa aman dan membentuk kebiasaan baru yang menenangkan.

3. Menghubungi dia tidak selalu memberi kejelasan

Keinginan untuk mengirim pesan terakhir sering muncul karena kamu ingin berhenti merasa sakit, bukan karena ingin tahu alasannya. Itu wajar. Tapi pesan terakhir jarang benar-benar menyembuhkan.

Buatlah aturan 24 jam. Jika besok kamu masih ingin menghubunginya, silakan. Namun, kebanyakan rasa ingin itu akan hilang keesokan harinya.

Alihkan dorongan itu dengan tindakan lain: hubungi teman, menulis, berjalan keluar rumah, atau sekadar menarik napas panjang. Kamu bukan sedang menyangkal perasaanmu, kamu sedang melindungi waktumu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore