Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Oktober 2025, 23.05 WIB

7 Penyesalan Karier Paling Umum yang Disimpan Para Profesional Selama Bertahun-tahun

Sekelompok profesional sedang berbincang santai di sebuah kafe, merefleksikan perjalanan karier mereka. (Freepik) - Image

Sekelompok profesional sedang berbincang santai di sebuah kafe, merefleksikan perjalanan karier mereka. (Freepik)

JawaPos.com - Bertemu kembali dengan rekan kerja lama adalah kesempatan emas untuk berbagi cerita. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk bercermin dan belajar dari pengalaman kerja di masa lalu. Ternyata, obrolan santai justru mengungkap penyesalan karier yang sama.

Penyesalan-penyesalan ini bukanlah keluhan biasa, melainkan pikiran yang selama ini dipendam dan tidak pernah diungkapkan. Melansir dari Geediting.com Sabtu (11/10), ada tujuh penyesalan karier yang diakui banyak profesional. Mengetahui penyesalan ini dapat membantu kita menavigasi perjalanan karier dengan lebih baik.

Berikut adalah tujuh penyesalan karier yang diakui oleh para profesional:

  1. Kurang Mengambil Risiko

Banyak yang menyesal karena tidak mengambil langkah berani untuk meraih peluang besar. Ketakutan akan kegagalan atau kenyamanan zona aman sering menahan langkah mereka. Padahal, kegagalan pun akan memberikan pelajaran berharga untuk masa depan.

  • Mengabaikan Nilai Networking

  • Banyak profesional awalnya melihat networking sebagai kegiatan yang dangkal atau buang-buang waktu. Mereka menyesal tidak berusaha membangun hubungan dan koneksi yang lebih luas di industri tersebut. Networking bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi juga tentang belajar dari perspektif orang lain.

  • Mengabaikan Keseimbangan Hidup dan Kerja

  • Dalam upaya mengejar target dan tangga karier, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi seringkali kabur. Mereka mengakui kesalahan membiarkan pekerjaan menghabiskan waktu, mengorbankan kesehatan dan hubungan. Keseimbangan ini penting untuk menjaga produktivitas dan kreativitas dalam bekerja.

  • Tidak Meminta Bantuan

  • Keengganan untuk meminta bantuan muncul karena ingin terlihat "menguasai" atau takut dianggap tidak kompeten. Hal ini membuat mereka bergumul sendirian, membuang waktu dan menambah stres yang tidak perlu. Meminta panduan justru adalah tanda kekuatan dan kesediaan untuk belajar dari keahlian orang lain.

  • Meremehkan Self-Care

  • Demi memenuhi tenggat waktu, mereka sering melupakan waktu makan, kurang tidur, dan mengabaikan olahraga. Prioritas terhadap kesehatan dan kesejahteraan diri sering terpinggirkan saat tekanan kerja meningkat. Menjaga kesehatan adalah aset paling berharga agar dapat memberikan yang terbaik dalam pekerjaan.

  • Tidak Memperjuangkan Diri Sendiri

  • Ada saatnya mereka membiarkan peluang lewat, seperti tidak menegosiasikan gaji atau meminta promosi yang layak. Hal ini terjadi karena kurangnya keyakinan diri dan keraguan terhadap nilai yang dimiliki. Anda harus lebih tegas dalam memperjuangkan kebutuhan dan ambisi profesional Anda.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore