Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 01.55 WIB

Jika Orang-orang yang Berusia 40-an Panik Tentang Penuaan, Mungkin 8 Alasan Ini Akan Menjadi Jawabannya Menurut Psikologi

eseorang yang panik terhadap penuaan (Freepik/freepik) - Image

eseorang yang panik terhadap penuaan (Freepik/freepik)

JawaPos.Com - Usia 40 sering disebut sebagai “usia pertengahan” — sebuah masa di mana seseorang mulai menoleh ke belakang dan melihat betapa cepat waktu berlalu. 

Banyak yang mulai merasakan kegelisahan baru: kerutan di wajah, stamina yang tak lagi sama, anak-anak yang mulai tumbuh dewasa, atau karier yang terasa stagnan. 

Fenomena ini dikenal luas dalam psikologi sebagai midlife crisis, sebuah masa refleksi dan keresahan yang bisa mengguncang identitas seseorang.

Namun, bukan hanya soal rambut yang mulai memutih atau angka di kalender. 

Di balik kepanikan akan penuaan, ada alasan-alasan psikologis yang lebih dalam, sering kali tak disadari, namun sangat manusiawi. 

Dilansir dari Geediting pada Minggu (12/10), terdapat delapan alasan mengapa banyak orang di usia 40-an mulai panik menghadapi proses menua — dan apa makna psikologis di baliknya.

1. Kesadaran Bahwa Waktu Tidak Lagi Tak Terbatas

Di usia muda, waktu terasa luas dan tak bertepi. Namun saat memasuki usia 40-an, banyak orang mulai menyadari bahwa hidup memiliki batas. 

Pikiran tentang masa depan yang dulu terasa jauh kini menjadi nyata: “Berapa banyak waktu yang tersisa untuk mencapai semua impian?

Psikologi menyebut ini sebagai temporal awareness — kesadaran akan keterbatasan waktu hidup. 

Kesadaran ini bisa menimbulkan kecemasan eksistensial, tetapi juga bisa memicu motivasi baru untuk hidup lebih bermakna.

2. Perubahan Identitas dan Peran Sosial

Di usia 40-an, seseorang sering menghadapi perubahan besar dalam peran sosial: dari anak menjadi orang tua, dari pekerja muda menjadi senior, dari pusat perhatian menjadi pendukung.

Menurut teori Erik Erikson tentang perkembangan psikososial, masa ini berkaitan dengan tahap generativity vs stagnation — keinginan untuk meninggalkan warisan positif versus rasa hampa karena merasa tidak lagi berguna. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore