Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 11.31 WIB

Jika Seseorang Menghindari Percakapan Mendalam, Mereka Mungkin Berjuang dengan 8 Rasa Tidak Aman yang Tersembunyi Menurut Psikologi

seseorang yang menghindari percakapan mendalam (Freepik/Lifestylememory) - Image

seseorang yang menghindari percakapan mendalam (Freepik/Lifestylememory)

JawaPos.com - Ada banyak alasan mengapa seseorang tampak enggan terlibat dalam percakapan mendalam. 

Mereka bisa ramah, lucu, dan mudah bergaul dalam obrolan ringan, tetapi ketika topik mulai menyinggung perasaan, masa lalu, atau kerentanan pribadi—mereka perlahan mundur, mengganti topik, atau bahkan diam. 

Dalam psikologi, perilaku ini sering kali bukan sekadar “tidak suka bicara hal berat”, melainkan cermin dari rasa tidak aman yang tersembunyi.

Setiap manusia punya lapisan-lapisan emosional, dan sebagian orang memilih untuk menutupinya karena rasa takut yang belum disadari. 

Dilansir dari Geediting pada Senin (13/10), terdapat delapan bentuk rasa tidak aman yang sering menjadi alasan di balik kecenderungan menghindari percakapan mendalam.

1. Takut Diadili: Ketika Keaslian Terasa Berisiko

Sebagian orang menolak membuka diri karena takut dihakimi. Mereka belajar dari pengalaman bahwa menunjukkan diri apa adanya sering berujung pada kritik, penolakan, atau ejekan. 

Akibatnya, mereka membangun tembok pelindung berupa percakapan ringan yang aman—tentang cuaca, pekerjaan, atau hal-hal sepele—agar tidak perlu menunjukkan sisi rapuhnya.

Dalam psikologi sosial, ini disebut impression management—usaha menjaga citra diri agar tetap positif di mata orang lain.

Ironisnya, semakin kuat keinginan untuk “terlihat baik”, semakin jauh seseorang dari kedekatan emosional yang sebenarnya.

2. Rasa Tak Layak Dicintai: Ketika Kedekatan Terasa Menakutkan

Mereka yang merasa tidak cukup berharga sering menolak kedekatan emosional karena takut ditinggalkan setelah orang lain tahu “siapa mereka sebenarnya.”

Ini adalah bentuk fear of intimacy, di mana seseorang merasa cinta dan penerimaan sejati adalah sesuatu yang tidak pantas mereka dapatkan.

Alih-alih membiarkan orang masuk ke ruang batin, mereka memilih menjaga jarak aman agar tidak terluka. 

Akibatnya, hubungan mereka sering berhenti di permukaan—hangat tapi hampa, akrab tapi tak pernah benar-benar dekat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore