
Ilustrasi seseorang terlihat kelelahan dan sedih di tengah tumpukan barang yang ia anggap sebagai sumber kebahagiaan. (Freepik)
JawaPos.com - Mengejar kebahagiaan sering dianggap sebagai tujuan akhir hidup yang harus dicapai oleh setiap orang dengan berbagai cara.
Namun terkadang, upaya kita untuk meraih sukacita justru membawa kita ke jalan yang secara tidak sadar hanya membuat perasaan menjadi semakin buruk.
Ironisnya, banyak orang tidak menyadari bahwa cara mereka mencari kebahagiaan itu dapat berbalik dan menyerang mental mereka sendiri.
Mengenali pola umum dalam mengejar kebahagiaan ini bisa menjadi hal penting dan mengubah cara pandang Anda, sebagaimana dilansir dari Global English Editing.
Baca Juga: Rezekinya Semakin Menyala! 6 Weton Ini Dikenal Punya Energi Kaya Raya yang Tak Pernah Padam
1. Mengejar Kepemilikan Harta Benda
Kekayaan dan harta benda seringkali terlihat sebagai tujuan utama banyak orang dalam hidup dan dianggap sebagai kunci kebahagiaan yang sejati. Pemikiran sederhana bahwa lebih banyak barang berarti lebih banyak kebahagiaan ternyata tidak selalu benar. Fokus berlebihan untuk terus membeli barang baru justru dapat meningkatkan stres dan ketidakpuasan dalam hidup. Kita terperangkap dalam " hedonic treadmill " (roda hedonis) yang membuat kita terus mencari lebih banyak hal untuk memenuhi harapan yang selalu meningkat.
2. Menempatkan Kebahagiaan di Atas Segalanya
Beberapa orang memperlakukan kebahagiaan seperti piala yang harus dimenangkan setelah melewati berbagai perjuangan dan pengorbanan harian. Mengejar kebahagiaan seolah-olah itu adalah tujuan akhir dapat menjadi jebakan yang justru membuat Anda merasa kecewa setelahnya. Kebahagiaan yang dirasakan setelah mencapai target tertentu ternyata hanya bersifat sesaat saja, lalu target berikutnya sudah muncul kembali. Fokus yang terlalu besar pada upaya mengejar kebahagiaan membuat banyak orang lupa untuk menghargai momen sukacita yang muncul di keseharian.
3. Mengabaikan Hubungan Baik
Dalam upaya meraih kebahagiaan, kita sering memprioritaskan ambisi dan pencapaian pribadi, terkadang sampai mengorbankan hubungan penting dalam hidup. Padahal, sebuah studi Harvard yang berlangsung lebih dari 80 tahun menemukan bahwa hubungan dekat satu di antara kunci utama yang menjaga kebahagiaan seumur hidup. Memiliki orang yang dapat diandalkan ternyata membantu sistem saraf menjadi lebih rileks dan membuat otak tetap sehat dalam jangka waktu panjang. Oleh sebab itu, penting untuk memelihara dan menghargai hubungan yang dimiliki dan jangan menomor duakan orang-orang terpenting.
4. Menghindari Ketidaknyamanan
Banyak orang berupaya menghindari ketidaknyamanan dengan segala cara, seperti menghindari tantangan, percakapan sulit, hingga bersembunyi dari rasa takut di dalam diri. Padahal, ketidaknyamanan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan yang kita jalani. Justru melalui keberanian menghadapi rasa takut dan keluar dari zona nyaman, kita akan mendapatkan peluang untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Menghindari rasa tidak nyaman dapat menyebabkan stagnasi, lalu merampas kesempatan untuk belajar, dan akhirnya menghalangi jalan menuju kebahagiaan yang lebih besar.
5. Mencoba Mengendalikan Segalanya
Anda mungkin pernah terobsesi pada hal-hal yang berada di luar kendali Anda sendiri dalam hidup ini, padahal itu adalah jebakan umum yang sering terjadi. Kita percaya bahwa jika kita dapat mengendalikan setiap aspek kehidupan, maka kita akan meraih kebahagiaan yang diidamkan. Sayangnya, kehidupan ini penuh dengan ketidakpastian dan akan selalu ada hal-hal di luar kendali kita, tidak peduli seberapa banyak kita berencana. Mencoba mengendalikan segalanya hanya menyiapkan diri untuk merasa frustrasi dan kecewa saat kenyataan tidak berjalan sesuai harapan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
