Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 16.50 WIB

7 Frasa Umum yang Diam-Diam Membuat Anda Terlihat Tidak Menyenangkan di Mata Orang Lain, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sedang mengobrol. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang mengobrol. (Freepik)

JawaPos.Com - Ada kalanya seseorang merasa sudah berbicara dengan sopan, menggunakan kata-kata yang “biasa saja”, namun entah mengapa orang lain tampak menjaga jarak, tidak nyaman, atau bahkan menilai dirinya kurang menyenangkan. 

Hal itu bukan selalu karena nada bicara yang kasar atau topik yang sensitif, sering kali, penyebabnya justru tersembunyi dalam frasa-frasa sederhana yang kita ucapkan setiap hari. 

Psikologi komunikasi menyebut fenomena ini sebagai “emotional dissonance effect”, di mana kata-kata tertentu tanpa sadar menciptakan jarak emosional, menimbulkan kesan merendahkan, atau membuat lawan bicara merasa tidak dihargai.

Kita mungkin tidak bermaksud buruk, tapi bahasa yang kita gunakan memantulkan cara berpikir dan sikap batin kita. 

Dan sayangnya, beberapa frasa yang terdengar sepele justru bisa mengubah persepsi orang lain terhadap karakter kita. 

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh frasa umum yang menurut psikologi diam-diam membuat Anda terlihat kurang menyenangkan.

1. “Terserah kamu aja.” 

Sekilas, frasa ini terdengar netral. Tapi menurut psikolog komunikasi interpersonal, kalimat “terserah kamu aja” sering diartikan sebagai bentuk penarikan diri emosional. 

Alih-alih terdengar fleksibel, kalimat ini justru membuat lawan bicara merasa tidak dianggap penting.

Dalam hubungan sosial atau romantis, frasa ini bisa menimbulkan kesan “dingin” atau malas berpartisipasi dalam keputusan bersama. Padahal mungkin niat Anda hanya ingin menghindari konflik. 

Coba ubah dengan versi yang lebih terbuka, seperti, “Aku ikut aja, tapi kamu maunya gimana?” atau “Aku nggak masalah, tapi aku pengin tahu pendapatmu juga.” 

Dengan begitu, Anda tetap terdengar peduli tanpa harus mendominasi pembicaraan.

2. “Aku kan sudah bilang dari awal.”

Kalimat ini sering muncul saat seseorang merasa sudah memperingatkan sebelumnya, tapi ternyata orang lain tidak mendengarkan. 

Meskipun terdengar wajar, menurut penelitian dari Journal of Personality and Social Psychology, kalimat ini cenderung menimbulkan kesan menggurui atau ingin menang sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore