Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Oktober 2025, 17.30 WIB

6 Kesalahan di Kencan Pertama yang Tak Disadari Membuat Anda Terlihat Putus Asa, Menurut Psikologi Sosial

Ilustrasi orang yang sedang berkencan. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang berkencan. (Freepik)

JawaPos.Com - Setiap orang tentu ingin meninggalkan kesan yang baik di kencan pertama. 

Ada yang mempersiapkan pakaian dengan hati-hati, memilih tempat terbaik, hingga melatih senyum di depan cermin. 

Namun sering kali, dalam upaya terlihat menarik, seseorang justru terjebak dalam perilaku yang membuat dirinya tampak terlalu berusaha. 

Lebih buruk lagi, tanpa sadar, mereka justru terlihat seperti orang yang sangat ingin segera memiliki pasangan atau dalam bahasa kasarnya, “putus asa.”

Dalam pandangan psikologi sosial, kesan pertama bukan hanya soal penampilan, tapi tentang keseimbangan antara self-control, kepercayaan diri, dan kemandirian emosional. 

Orang yang terlihat terlalu ingin disukai, biasanya menampilkan tanda-tanda nonverbal dan pola bicara yang justru menurunkan daya tariknya. 

Karena secara naluriah, manusia tertarik pada individu yang tampak tenang, nyaman dengan dirinya sendiri, dan tidak “lapar validasi”.

Dilansir dari Geediting, inilah enam kesalahan yang sering dilakukan di kencan pertama, yang justru membuat seseorang tampak seperti sedang memohon cinta, bukan membangun koneksi.

1. Terlalu Banyak Bicara Tentang Diri Sendiri

Salah satu kesalahan klasik di kencan pertama adalah ingin “menjual diri” secara berlebihan. 

Dalam psikologi sosial, ini disebut sebagai impression management gone wrong, upaya membentuk citra diri yang terlalu dipaksakan. 

Anda mungkin berpikir sedang memperkenalkan diri dengan antusias, tapi bagi lawan bicara, itu bisa terasa seperti monolog yang melelahkan.

Ketika seseorang terlalu banyak bicara tentang pencapaiannya, hobi, atau masa lalunya tanpa memberi ruang bagi lawan bicara untuk berbagi, pesan yang tersirat adalah: “Aku ingin kamu menyukaiku, tolong lihat betapa menariknya aku.” 

Padahal, daya tarik justru muncul ketika percakapan terasa seimbang. 

Orang lebih tertarik pada mereka yang tahu kapan berbicara, dan kapan mendengarkan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore