Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 00.45 WIB

Mengenal Avoidant Attachment: Pahami Tanda Pasangan yang Suka Jaga Jarak dan Cuek Akibat Trauma Masa Lalu

Ilustrasi perempuan yang sedang larut dalam kesedihan, mencerminkan suasana hati buruk (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Belakangan ini, istilah avoidant attachment atau keterikatan penghindar sedang ramai dibicarakan di media sosial, terutama di TikTok. 

Banyak warganet membuat tren dengan sebutan "Bismillah Avoidant", yang menyoroti perilaku pasangan yang cenderung menjaga jarak, bersikap cuek, atau sulit mengekspresikan emosi. Fenomena ini menarik perhatian karena menggambarkan tantangan emosional dalam hubungan.

Dilansir dari Alodokter, keterikatan emosional manusia terbagi menjadi empat tipe yang mempengaruhi cara seseorang membangun hubungan. 

  1. Secure attachment, yaitu tipe orang yang mampu mengatur emosi, mandiri, mudah dipercaya, menghargai diri sendiri, serta bisa berkomunikasi dan mengelola konflik dengan sehat.
  2. Anxious attachment atau keterikatan cemas. Tipe ini biasanya mudah cemburu, takut ditinggalkan, bergantung pada pasangan, dan kurang percaya diri. 
  3. Avoidant attachment menggambarkan individu yang terlalu mandiri, cenderung menutup diri, menghindari hubungan emosional yang dalam, dan lebih nyaman sendiri.
  4. Disorganized attachment. Mereka yang termasuk dalam kategori ini umumnya sulit mengatur emosi, takut disakiti, mudah cemas, dan kesulitan mempercayai orang lain. Dalam beberapa kasus, mereka juga bisa menunjukkan perilaku yang keras atau tidak terduga.

Mengutip dari Radar Tulungagung, ada istilah Avoidant Personality Disorder (AvPD) atau gangguan kepribadian menghindar, kondisi ini ditandai dengan ketakutan berlebihan terhadap penolakan, kritik, dan kegagalan dalam hubungan sosial.

Orang dengan kepribadian ini cenderung menarik diri dari interaksi karena merasa tidak cukup baik atau takut dipermalukan.

Meski begitu, istilah avoidant personality juga sering digunakan secara umum untuk menggambarkan seseorang yang lebih suka menjaga jarak dari hubungan sosial atau emosional, tanpa harus tergolong gangguan kepribadian klinis.

Beberapa ciri yang umum terlihat antara lain:

  1. Sangat sensitif terhadap kritik
  2. Mereka juga cenderung menutup diri
  3. Sulit berbagi perasaan
  4. Merasa tidak cukup baik, dan menghindari situasi sosial yang berisiko mempermalukan diri.
  5. Hanya memiliki sedikit hubungan dekat karena takut terikat secara emosional.

Ciri-ciri pasangan avoidant umumnya sudah dapat terlihat sejak masa pendekatan. Mereka cenderung enggan membahas hal-hal pribadi seperti keluarga, menghindari topik yang bersifat intim, hadir hanya ketika dibutuhkan, serta menunjukkan respons emosional yang datar.

Fenomena ini sebenarnya memperlihatkan bagaimana ketakutan dan trauma masa lalu bisa mempengaruhi perilaku seseorang dalam menjalin hubungan.

Sikap menjaga jarak atau menahan diri dari keintiman sering kali merupakan bentuk perlindungan diri agar tidak kembali terluka.

Fenomena "Bismillah Avoidant" di media sosial sejatinya bisa menjadi refleksi bersama bahwa di balik sikap cuek atau menjaga jarak, sering kali ada rasa takut dan luka lama yang belum benar-benar sembuh. 

Mengenali, memahami, dan menyembuhkan diri mungkin menjadi cara terbaik agar cinta tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan lebih matang dan sadar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore