Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 22.45 WIB

5 Tindakan yang Umum Dilakukan Orang Saat Merasa Lemah dan Tidak Berdaya

Ilustrasi individu yang merasa kurang berdaya. (Freepik) - Image

Ilustrasi individu yang merasa kurang berdaya. (Freepik)

JawaPos.com – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perasaan tidak berdaya dan kurangnya perhatian emosional dapat mendorong seseorang untuk mencari kekuasaan dengan cara yang tidak sehat.

Kondisi ini mencerminkan kenyataan bahwa sebagian individu berusaha menutupi rasa tidak aman dalam diri mereka melalui upaya mengendalikan atau mendominasi orang lain.

Para ahli menilai bahwa perilaku semacam ini sering kali muncul sebagai bentuk kompensasi terhadap kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.

Namun, upaya memperoleh kekuasaan dengan cara demikian kerap melibatkan taktik yang berbahaya dan merugikan. Meski dapat memberikan rasa lega sementara, tindakan tersebut pada akhirnya justru menimbulkan lebih banyak dampak negatif daripada manfaat.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 hal yang sering dilakukan oleh orang yang merasa tidak berdaya hingga kurang diperhatikan.

  1. Berusaha untuk mengontrol semuanya

Salah satu cara paling umum orang yang merasa kecil secara emosional mencari kekuasaan adalah melalui kontrol yang berlebihan.

Ini semua tentang menciptakan rasa penting dan berkuasa, dengan mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka dan sering kali, kehidupan orang-orang di sekitar mereka juga.

Anda akan sering menemukan orang-orang seperti ini mengatur orang lain secara mendetail atau terlalu terlibat dalam keputusan yang mungkin tidak secara langsung menyangkut mereka. Ini adalah cara untuk menegaskan dominasi dan menciptakan rasa harga diri.

Namun, perilaku seperti ini dapat sangat merusak hubungan dan dapat menciptakan lingkungan yang beracun. Penting untuk mengenali dan mengatasinya sebelum memburuk lebih lanjut.

  1. Melakukan penindasan dan intimidasi

Cara tidak sehat lain yang dilakukan orang untuk memperoleh kekuasaan adalah melalui perundungan dan intimidasi. Hal ini dilakukan karena mereka merasa kecil secara emosional dan berusaha mengimbanginya dengan membuat orang lain merasakan hal yang sama.

Namun, hal ini hanya menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat dan tidak benar-benar meningkatkan status atau rasa hormat mereka di antara rekan-rekan. Penindasan dan intimidasi sering kali bermula dari perasaan tidak mampu.

Ini adalah strategi yang merusak dan merugikan yang hanya akan menjauhkan orang. Mengenali perilaku ini pada diri kita sendiri atau orang lain adalah langkah pertama untuk mengatasinya dan mencari cara yang lebih sehat dan lebih positif untuk berinteraksi.

  1. Memanfaatkan kelemahan orang lain

Beberapa orang yang merasa tidak berdaya secara emosional mencari kekuasaan dengan memanfaatkan kelemahan orang lain. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari manipulasi emosional hingga memanfaatkan kepercayaan atau kebaikan seseorang.

Perilaku ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan tekanan emosional pada orang yang dieksploitasi. Memahami kecenderungan ini dapat membantu kita mengidentifikasi kapan kita atau orang lain mungkin terjebak dalam pola yang tidak sehat ini, dan berupaya membangun rasa hormat dan empati sebagai gantinya.

  1. Bermain sebagai korban

Beberapa individu yang merasa tidak berdaya secara emosional sering kali terpaksa berperan sebagai korban untuk mencari kekuasaan dan kendali. Mereka cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi, menolak bertanggung jawab atas tindakan mereka, dan terus-menerus menggambarkan diri mereka sebagai korban.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore