Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 20.53 WIB

8 Prinsip Hidup Masyarakat Skandinavia Negara Nordik yang Bikin Bahagia, Patut Untuk Dicoba!

prinsip hidup skandinavia masyarakat negara nordik yang bikin bahagia. (Freepik/ freepik) - Image

prinsip hidup skandinavia masyarakat negara nordik yang bikin bahagia. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Prinsip hidup masyarakat wilayah negara-negara Nordik selalu menarik perhatian dunia karena kesederhanaannya yang bermakna.

Negara Nordik seperti Finlandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia konsisten menempati peringkat teratas dalam survei kebahagiaan global.

Rahasia masyarakat Skandinavia terletak pada prinsip hidup mereka menjalani keseharian dengan nilai-nilai yang memprioritaskan keseimbangan.

Berikut beberapa prinsip yang membuat masyarakat Skandinavia kawasan negara nordik tersebut dikenal sebagai komunitas paling bahagia di dunia.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (5/11), bahwa ada delapan prinsip hidup skandinavia masyarakat negara nordik yang bikin bahagia.

  1. Lagom: filosofi kecukupan yang seimbang

Lagom adalah istilah Swedia yang menggambarkan kondisi "tidak terlalu sedikit, tidak terlalu banyak" dalam segala aspek kehidupan.

Konsep ini bertolak belakang dengan budaya konsumtif yang mendorong manusia untuk terus mengejar lebih banyak tanpa batas.

Dalam praktiknya, filosofi ini membentuk keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi hingga desain rumah yang minimalis.

Secara psikologis, pendekatan ini menciptakan ketenangan batin karena seseorang tidak lagi terjebak dalam siklus kekurangan atau kelebihan.

Cara menerapkannya adalah dengan bertanya pada diri sendiri apakah sesuatu benar-benar meningkatkan kualitas hidup atau hanya menambah kesibukan.

  1. Hygge: momen nyaman yang penuh kesadaran

Hygge bukan sekadar kenyamanan fisik, tetapi tentang menciptakan momen hangat yang membuat hidup terasa aman dan bermakna.

Praktiknya bisa berupa menyalakan lilin di malam musim dingin atau berbagi sup hangat bersama teman terdekat.

Ini bukan tentang mendekorasi rumah dengan gaya tertentu, melainkan tentang memperlambat tempo untuk merasakan kehadiran dalam hidupmu sendiri.

Psikolog menyebut kemampuan ini sebagai savoring, yakni kapasitas untuk menyadari dan menghargai pengalaman positif saat terjadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore