Hidung kucing yang sehat (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Jika kamu memelihara kucing, kamu pasti pernah memperhatikan satu hal menarik, yaitu warna hidungnya bisa berubah-ubah. Ada kalanya tampak pucat, lalu beberapa jam kemudian menjadi lebih merah muda atau pink cerah. Banyak pemilik kucing sempat khawatir, padahal perubahan warna hidung sebenarnya sangat umum dan tidak selalu menandakan penyakit.
Rasa khawatir seperti itu wajar, karena hidung kucing memang menjadi salah satu bagian tubuh yang paling mudah berubah warna dan paling sensitif terhadap kondisi lingkungan maupun kondisi tubuh mereka. Banyak pemilik kucing bahkan menganggap hidung yang lebih pink adalah tanda demam, sementara hidung pucat dianggap tanda anemia. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.
Ada kalanya perubahan ini memberi petunjuk mengenai apa yang sedang terjadi pada tubuh si kucing, mulai dari perubahan suhu, emosi, aktivitas, hingga kemungkinan adanya kondisi medis yang lebih serius. Karena itu, memahami penyebab dan pola perubahan warna hidung kucing akan membantu kita sebagai pemilik untuk lebih peka dan lebih cepat mengenali tanda-tanda apakah kucing dalam kondisi sehat atau justru membutuhkan perhatian medis.
Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi warna hidung kucing, dikutip dari laman Hepper dan Catster.
1. Suhu Tubuh dan Lingkungan
Salah satu penyebab paling umum hidung kucing berubah warna adalah faktor suhu. Hidung kucing dipenuhi pembuluh darah kecil yang sangat responsif terhadap perubahan panas. Ketika tubuh atau udara sekitar sedang dingin, pembuluh darah di area hidung akan menyempit, sehingga warna hidung terlihat lebih pucat.
Sebaliknya, saat cuaca hangat atau kucing baru saja beraktivitas, pembuluh darah tersebut akan melebar dan membuat warna hidung tampak lebih gelap atau lebih pink. Fenomena ini bahkan lebih sering terlihat pada cuaca dingin, ketika hidung kucing dapat berubah menjadi pink cerah atau kemerahan.
Perubahan suhu apapun dapat memengaruhi warna hidung kucing, terutama jika warna dasar hidungnya cenderung terang. Saat kucing merasa kedinginan, tubuhnya berusaha mempertahankan panas dengan cara mempersempit pembuluh darah dan hal ini membuat hidung tampak lebih pucat. Sebaliknya, ketika kucing berada di lingkungan yang hangat, pembuluh darah akan melebar untuk melepaskan panas, sehingga warna hidung menjadi lebih gelap.
Perubahan ini bisa sulit terlihat pada kucing dengan hidung berwarna gelap, karena pigmen alaminya menutupi perubahan warna tersebut. Warna hidung biasanya akan kembali normal ketika kucing sudah nyaman dengan suhu lingkungan. Sebagian besar kucing sehat disebut lebih menyukai suhu sekitar 25–30°C sebagai kisaran yang ideal.
2. Peningkatan Emosi dan Aktivitas
Perubahan warna hidung kucing juga bisa terjadi karena meningkatnya aktivitas atau emosi positif seperti antusiasme dan rasa bersemangat. Ketika kucing sedang bermain, berlari, atau mengejar mainannya, tubuh mereka mengalami lonjakan stimulasi. Pada kondisi ini, aliran darah akan meningkat dan pembuluh darah di hidung melebar, sehingga warna hidung tampak lebih pink atau bahkan merah cerah.
Dengan kata lain, jika kamu melihat hidung kucingmu tiba-tiba berubah lebih merah setelah ia bermain atau berlari di rumah, itu biasanya hanyalah respons alami tubuh terhadap aktivitas fisik dan energi yang lebih tinggi, bukan pertanda bahaya.
3. Pigmentasi Alami
Tidak semua perubahan warna hidung kucing disebabkan oleh suhu atau kondisi kesehatan. Dalam banyak kasus, variasi warna ini justru berkaitan dengan pigmentasi alami kulit mereka. Beberapa kucing memang memiliki area hiperpigmentasi yaitu bercak kulit gelap akibat peningkatan melanin. Bercak ini sepenuhnya tidak berbahaya, dan jika muncul di bagian hidung, warnanya bisa berbeda dari area sekitarnya, sehingga tampak seperti perubahan warna.
