Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Desember 2025, 00.05 WIB

5 Pertanyaan Wawancara Rahasia CEO Miliarder Ini Bikin Pelamar 'Kicep', Lengkap Dengan Trik Lolos Interview Kerja!

Ilustrasi CEO. (Pixabay@mhouge) - Image

Ilustrasi CEO. (Pixabay@mhouge)

JawaPos.com - Bagi seorang miliarder, merekrut karyawan adalah investasi besar. Salah satu CEO sukses, Matteo Franceschetti, punya strategi unik yang kini viral di media sosial.

Pendiri perusahaan kasur pintar dan teknologi tidur bernilai ratusan juta dolar, Eight Sleep, ini selalu menggunakan lima pertanyaan yang sama, diulang pada setiap kandidat. Tujuannya? Bukan sekadar menguji kemampuan, tapi memburu "red flag" dan pola pikir asli pelamar.

Franceschetti, yang membagikan triknya di podcast "The Twenty Minute VC (20VC): Venture Capital" dan TikTok, menyebut cara ini sebagai panduan wawancara kerja paling efektif untuk memecah kejujuran dan melihat karakter asli kandidat.

Ia percaya, menggali perjalanan karier dari awal hingga akhir jauh lebih penting daripada sekadar membaca CV. Ini adalah trik cerdas untuk menemukan aset nyata, bukan hanya pekerja biasa.

Taktik Jitu CEO Eight Sleep: Mengapa Pola Pertanyaan yang Sama Selalu Digunakan?

Matteo Franceschetti menggunakan pola pertanyaan yang sama untuk semua posisi.

Alasannya sederhana: dengan konsistensi, ia dapat membandingkan karakter, profesionalitas, dan cara berpikir ratusan kandidat dengan cepat. Jika ada yang "tidak beres" atau terlalu dibuat-buat, polanya akan langsung terlihat.

Inilah lima pertanyaan rahasia yang selalu ia ajukan dan alasannya:

1. "Bagaimana Anda menemukan pekerjaan itu dan untuk apa mereka mempekerjakan Anda?"

Pertanyaan ini bukan basa-basi. Ini adalah cara Franceschetti memetakan pola karier kandidat.

Jawabannya bisa menunjukkan apakah kandidat memiliki jaringan profesional yang kuat (direkrut/direkomendasikan) atau sering melamar sendiri. Reputasi positif di industri sering tercermin dari bagaimana seseorang mendapatkan pekerjaan.

Lebih dari itu, cara kandidat menjelaskan perannya bisa mengindikasikan apakah mereka bekerja dengan kesadaran penuh akan tujuan pekerjaan (tahu apa yang mereka lakukan) atau hanya sekadar mengikuti arus.

2. "Apa pencapaian terbesar kedua Anda?"

"Pencapaian terbesar" biasanya sudah dihafal dan disiapkan matang-matang oleh pelamar. Karena cenderung "terlalu bagus" dan minim kejujuran, Franceschetti sengaja menanyakan pencapaian terbesar kedua.

Tujuannya? Memicu respons yang lebih spontan dan jujur.

Pertanyaan ini mengukur kontribusi individual dan inisiatif. Ia ingin tahu apakah kandidat mampu menghasilkan dampak signifikan secara mandiri, atau hanya kebetulan sukses karena timnya.

Bagi Franceschetti, detail dan data konkret adalah bukti nyata. Jawaban samar-samar bisa menjadi indikasi ketidakpahaman atas hasil kerja sendiri.

3. "Apa titik terendahmu?"

Inilah pertanyaan yang sering membuat pelamar gugup, padahal sangat krusial.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore