Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 23.02 WIB

Begini 10 Budaya Konsumtif Orang Kaya Baru dalam Mengelola Uang Untuk Belanja, Hati-hati!

budaya konsumtif orang kaya baru dalam mengelola uang untuk belanja. (Freepik/ drobotdean) - Image

budaya konsumtif orang kaya baru dalam mengelola uang untuk belanja. (Freepik/ drobotdean)

JawaPos.com – Budaya konsumtif pada orang kaya baru sering muncul karena uang membuat mereka ingin belanja tanpa mempertimbangkan prioritas.

Orang kaya baru mudah terjebak budaya konsumtif karena uang yang tiba-tiba hadir seolah membuka akses belanja tanpa batas.

Budaya konsumtif membuat orang kaya baru merasa perlu menunjukkan kemampuan uang melalui belanja berlebihan.

Ketika budaya konsumtif menguasai, uang habis tanpa disadari karena belanja menjadi bagian dari gaya hidup orang kaya baru.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (30/11), bahwa ada sepuluh budaya konsumtif orang kaya baru dalam mengelola uang untuk belanja.

  1. Meningkatkan semua standar hidup secara bersamaan

Ketika pendapatan meningkat drastis, banyak orang tergoda untuk langsung mengubah semua aspek kehidupan mereka sekaligus.

Apartemen baru, mobil mewah, pakaian mahal, hingga rutinitas perawatan kulit premium dibeli dalam waktu bersamaan.

Ini menunjukkan kegembiraan emosional ketimbang strategi finansial yang matang untuk jangka panjang.

Kematangan finansial terlihat ketika peningkatan standar dilakukan secara bertahap, berdasarkan kebutuhan nyata dan nilai mendalam.

  1. Berpikir dalam cicilan bulanan bukan harga penuh

Fokus pada kemampuan membayar cicilan bulanan adalah tanda seseorang belum memahami konsep finansial secara menyeluruh.

Pola pikir ini justru mengikat seseorang pada berbagai bentuk hutang yang terus bertambah seiring waktu.

Cicilan mobil sembilan ratus ribu atau keanggotaan gym empat ratus ribu tampak ringan hingga sepuluh pembayaran serupa menumpuk.

Pertanyaan yang lebih bijak adalah apakah kamu ingin memiliki sesuatu atau hanya butuh akses sementara.

  1. Menjadikan pembelian sebagai pengatur suasana hati

Hari yang melelahkan berakhir dengan pembelian spontan, begitu pula hari yang menyenangkan selalu dirayakan dengan transaksi.

Pembelanjaan menjadi cara untuk meredakan atau merayakan emosi ketimbang menghadapi perasaan itu secara langsung.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore