Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 15.59 WIB

8 Frasa Buruk dari Seseorang dengan Keterbatasan Bahasa di Ruang Lingkup yang Santai Menurut Psikologi

Ilustrasi frasa yang buruk dari seseorang keterbatasan bahasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi frasa yang buruk dari seseorang keterbatasan bahasa. (Freepik)

JawaPos.com - Percakapan santai bukanlah tentang siapa yang terbaik. Hal ini merupakan kesempatan kecil untuk menjadi orang yang membuat ruang obrolan terasa lebih nyaman.

Menariknya, hal ini akan membuat percakapan menjadi berkesan dan diingat oleh lawan bicaramu nanti. 

Dengan menghadirkan nuansa yang menarik akan menjadi daya dorong orang lain untuk berekspresi.

Dilansir dari Geediting, jika Anda bisa menghindari 9 frasa di bawah dan menggantinya dengan rasa ingin tahu yang sederhana, Anda akan terkejut betapa cepatnya orang-orang merasa rileks di sekitar mendengarkan.

Anda perlu kesediaan untuk membiarkan orang lain terlihat tanpa terburu-buru memperbaiki, menghakimi, atau tampil. 

Berikut 9 frasa yang cenderung diucapkan orang-orang dengan naluri sosial yang lemah dalam percakapan santai, mengapa hal itu tidak terjadi, dan apa yang sebaiknya dicoba sebagai gantinya.

1. Saya Hanya Jujur

Kejujuran adalah sebuah kebajikan, berterus terang tanpa peduli tidaklah demikian. 

Ketika Anda memulai dengan "Saya hanya jujur," Anda memberitahu mereka bahwa dorongan Anda untuk berbicara lebih besar daripada pengalaman mereka mendengarkan Anda.

Mengapa kalimat ini kurang tepat, sebab orang-orang menggunakan kalimat ini tepat sebelum melontarkan sindiran tentang penampilan, pengasuhan anak, pekerjaan, atau gaya hidup. 

Kalimat ini membuat pendengar bersiap untuk menerima kritikan dan menempatkan Anda di kursi juri yang Anda pilih sendiri. 

Kejujuran tanpa empati adalah kemalasan yang dibungkus keberanian. Cobalah untuk memulai dengan rasa ingin tahu atau rasa memiliki. 

Seperti, “Bisakah saya menawarkan perspektif dari luar?" yang mengundang persetujuan. "Dari pengalaman saya?" melembutkan kesan yang ada. 

Lebih baik lagi, ajukan pertanyaan terlebih dahulu. "Bagaimana perasaan Anda tentang hal itu?" memungkinkan orang lain memberi tahu Anda jenis umpan balik yang mereka inginkan.

2. Tidak Bermaksud Menyinggung

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore