Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 06.49 WIB

Jangan Cuma FOMO! Pahami Risiko Infeksi dan Cara Perawatan Tindik Telinga yang Tepat

Ilustrasi seseorang yang mempunyai beberapa tindik telinga (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang mempunyai beberapa tindik telinga (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Di Indonesia, tindik telinga bukan lagi hal asing, terutama bagi anak perempuan yang mana kebanyakan bahkan sudah ditindik sejak masih bayi. Praktik ini sudah turun-temurun dan dianggap sebagai salah satu momen penting dalam kehidupan seorang anak perempuan.

Namun, seiring berjalannya waktu, tindik telinga mengalami transformasi dari sekadar tradisi menjadi bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri yang lebih luas. Kini, tindik telinga tidak lagi eksklusif untuk perempuan saja karena laki-laki pun mulai banyak yang menindik telinga mereka sebagai pemanis penampilan sehari-hari yang bisa meningkatkan rasa percaya diri.

Tren tindik telinga yang semakin meluas ini menarik banyak orang untuk ikut turut serta mencobanya, baik karena benar-benar ingin meningkatkan rasa percaya diri, menambahkan suatu pelengkap pada style mereka ataupun sekedar terpengaruh fenomena FOMO (Fear of Missing Out) setelah melihat teman atau influencer favorit mereka tampil keren dengan multiple piercings. Tidak hanya itu, industri perhiasan pun turut merespons antusiasme ini dengan menghadirkan beragam desain anting yang disesuaikan dengan berbagai jenis dan kombinasi tindik telinga.

Tindik telinga sendiri merupakan prosedur membuat lubang pada bagian telinga menggunakan jarum steril untuk memasang perhiasan atau anting. Dimana prosedur ini umumnya dilakukan oleh profesional bersertifikat di studio piercing atau klinik kesehatan. Proses tindik melibatkan penandaan titik yang tepat, sterilisasi area, dan penggunaan jarum khusus yang dirancang untuk meminimalkan trauma pada jaringan. Meskipun terlihat sederhana, tindik telinga memerlukan pengetahuan anatomi yang baik untuk menghindari saraf dan pembuluh darah penting di area telinga.

  • Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat sebelum memulai perawatan.
  • Lepas anting dengan hati-hati agar kamu bisa membersihkan perhiasan dan area tindik dengan maksimal.
  • Bersihkan anting dan batangnya menggunakan alkohol atau hidrogen peroksida dengan kapas atau kain kasa bersih, lalu biarkan kering di permukaan yang bersih.
  • Bersihkan area tindik dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan kerak atau kotoran, kemudian lap kedua sisi cuping telinga dengan kain kasa yang dicelup alkohol atau larutan salin steril.
  • Oleskan salep antibiotik tipis pada batang anting dan area sekitar lubang tindik menggunakan cotton bud atau ujung jari yang bersih.
  • Pasang kembali anting setelah dibersihkan dan diolesi salep untuk menjaga lubang tetap terbuka.
  • Ulangi langkah-langkah ini dua kali sehari sampai kemerahan, bengkak, dan cairan hilang minimal selama 48 jam berturut-turut.

Meskipun sebagian besar infeksi ringan pada tindik telinga dapat ditangani di rumah dengan perawatan yang konsisten, penting untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan medis profesional. Jika setelah melakukan perawatan rutin selama seminggu kondisi tidak membaik atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan.

Apalagi jika kamu sampai mengalami demam, pembengkakan parah yang menyebar ke area wajah, keluarnya nanah berlebihan, atau rasa sakit yang tidak tertahankan, ingatlah itu semua merupakan tanda-tanda yang memerlukan penanganan medis segera. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral atau melakukan prosedur medis lain untuk mengatasi infeksi yang lebih serius dan mencegah komplikasi jangka panjang.  

Walaupun tindik telinga terlihat cantik, namun perawatan yang tepat pasca tindik adalah kunci keamanan dari tren kecantikan ini. Dengan memahami jenis-jenis tindik, mengenali tanda-tanda infeksi, dan mengetahui cara penanganan yang benar, kamu bisa menikmati tindik telinga tanpa khawatir mengalami komplikasi kesehatan.

Selalu prioritaskan kebersihan, gunakan anting berkualitas baik dari bahan hypoallergenic, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional jika mengalami masalah. Ingat bahwa kesehatan dan keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan terkait modifikasi tubuh, termasuk tindik telinga.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore