Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Desember 2025, 20.17 WIB

Orang yang Kamarnya Selalu Berantakan, Biasanya Kesulitan Mengemban 7 Tanggung Jawab Ini

Ilustrasi orang yang kamarnya selalu berantakan. (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang kamarnya selalu berantakan. (freepik)

JawaPos.com - Kebiasaan menjaga kamar tetap rapi sering kali dianggap sebagai hal yang sepele, padahal kenyataannya bisa mencerminkan kemampuan seseorang dalam mengatur hidupnya.

Kamar yang berantakan tidak hanya membuat suasana hati menjadi tidak nyaman, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang kesulitan mengelola tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Jordan Peterson, ketidakmampuan untuk merapikan ruang pribadi seringkali berkaitan dengan kesulitan dalam mengatur atau mengemban tanggung jawab.

Dengan begitu, kamar yang berantakan bisa menjadi cerminan dari tantangan yang lebih luas dalam kehidupan seseorang.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (17/12), berikut merupakan 7 tanggung jawab yang sulit diemban oleh orang-orang yang kamarnya selalu berantakan.

1. Memimpin

Kepemimpinan sejati selalu dimulai dari kemampuan untuk mengatur diri sendiri. Jika seseorang tidak mampu menjaga kerapian di ruang pribadinya, biasanya ia juga kesulitan mengendalikan perilaku, emosi, dan pilihannya.

Membersihkan kamar mengajarkan kita arti kedisiplinan, konsistensi, dan tanggung jawab atas hal-hal kecil.

Latihan ini menjadi dasar untuk memimpin diri sendiri, yang kemudian menjadi fondasi untuk memimpin orang lain.

Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk menghadapi tantangan dengan lebih tenang, membuat keputusan dengan lebih bijaksana, dan memimpin kehidupan serta orang lain dengan tanggung jawab dan kesadaran penuh.

2. Menepati komitmen

Orang yang kesulitan menjaga kamarnya tetap rapi biasanya juga mengalami kesulitan menepati komitmen atau menyelesaikan tugas-tugas yang mereka mulai.

Kamar yang berantakan biasanya terbentuk karena kebiasaan menunda-nunda, di mana mereka selalu berkata “Nanti saya urus,” atau “Saya simpan dulu, kalau ada waktu akan saya rapikan.”

Kebiasaan menunda ini tidak hanya muncul di kamar, tetapi juga di pekerjaan, janji dengan orang lain, atau hal-hal kecil seperti membalas email.

Dengan membiasakan diri menyelesaikan hal-hal kecil setiap hari, kita mulai membangun kedisiplinan yang membuat kita lebih mampu menyelesaikan tanggung jawab yang lebih besar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore