ILUSTRASI Pinjol.
JawaPos.com-Tekanan dari pinjaman online tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan, tetapi juga bisa menggerus kesehatan mental secara perlahan. Rasa323333 cemas, takut ditagih, sulit tidur, hingga perasaan tertekan kerap muncul tanpa disadari.
Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius. Kabar baiknya, kamu bisa mengambil langkah nyata untuk memulihkan sekaligus melindungi kesehatan mental dari dampak pinjol.
Mulai dari mengatur keuangan, mencari dukungan sosial, hingga menerapkan teknik relaksasi sederhana, setiap langkah berikut saling melengkapi agar kamu bisa menghadapi tekanan dengan lebih tenang dan terkendali.
Berikut 4 cara mengatasi dan mencegah dampak psikologis pinjol seperti dirangkum dari laman Lembaga Pengelola Informasi Pengkreditan (LPIP), IdScore!
1.Kelola Keuangan Dengan Anggaran yang Realistis
Langkah awal yang penting adalah menyusun anggaran bulanan secara jujur dan terukur. Catat seluruh pemasukan yang kamu terima, baik dari gaji, honor, maupun usaha sampingan. Setelah itu, prioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan utama seperti makan, transportasi, dan tagihan rutin.
Dari sisa dana yang ada, barulah atur pembayaran cicilan pinjol. Usahakan total utang tidak melebihi 30 persen dari pendapatan agar beban finansial tetap terkendali. Dengan anggaran yang jelas, kamu bisa menghindari utang baru dan mengurangi tekanan pikiran akibat ketidakpastian keuangan.
2. Bangun Dukungan Sosial dari Orang Terdekat
Kecemasan akan terasa lebih berat jika kamu memikulnya sendirian. Cobalah terbuka kepada keluarga atau teman dekat tentang kondisi keuangan dan perasaan yang sedang kamu alami. Dukungan emosional dari orang-orang terdekat bisa membantu meringankan beban dan memberi perspektif baru.
Selain itu, bergabung dengan komunitas, baik online maupun offline, yang fokus pada pengelolaan utang atau kesehatan mental juga bisa menjadi pilihan. Berbagi pengalaman dengan orang yang mengalami hal serupa akan membuat kamu merasa tidak sendirian dan lebih termotivasi untuk bangkit.
3. Pertimbangkan Bantuan Profesional
Saat stres dan kecemasan mulai mengganggu aktivitas harian, seperti sulit tidur, mudah lelah, atau kehilangan nafsu makan, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Psikolog atau konselor berlisensi dapat membantumu memahami pola pikir negatif, mengelola emosi, serta menyusun strategi koping yang sesuai dengan kondisimu. Pendampingan yang terarah juga membantu memantau perkembangan kesehatan mentalmu secara berkelanjutan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
