
ilustrasi orang yang menggunakan aksesori untuk terlihat kaya (Geediting)
JawaPos.com - Penampilan memang sering dijadikan cara untuk mengekspresikan diri. Namun, ada kalanya gaya justru berubah menjadi upaya keras untuk mendapatkan pengakuan.
Aksesori, yang seharusnya menjadi pelengkap, terkadang digunakan sebagai “sinyal status” agar terlihat mapan atau berkelas.
Dilansir dari laman Geediting, Minggu (27/12), bukan aksesori itu sendiri yang menjadi masalah, melainkan niat di balik penggunaannya.
Perbedaan antara gaya yang percaya diri dan gaya yang lahir dari rasa tidak aman sering kali terlihat dari detail-detail kecil yang tampak sepele.
Berikut sembilan jenis aksesori yang kerap memberi kesan seseorang terlalu berusaha tampil kaya.
Ikat pinggang bisa menjadi item fungsional sekaligus stylish. Namun, ketika gespernya terlalu besar dan logo merek menjadi pusat perhatian, kesannya berubah dari selera pribadi menjadi pamer status.
Jika sebuah ikat pinggang kehilangan daya tarik saat logonya dihilangkan, kemungkinan besar daya tarik utamanya memang bukan desain, melainkan simbol kekayaan.
Jam tangan bisa bermakna sentimental atau sekadar alat penunjuk waktu. Namun, jam berukuran besar, terlalu mengilap, dan dipakai seperti trofi sering memberi kesan ingin diperhatikan.
Orang yang benar-benar menghargai kualitas dan craftsmanship biasanya mengenakan jam dengan tenang, tanpa berharap ada yang bertanya atau memuji.
Kacamata hitam memang bisa menunjang gaya. Tetapi memakainya di dalam ruangan, saat hujan, atau di malam hari sering kali terasa janggal.
Alih-alih terlihat misterius, kesannya justru seperti sedang bersembunyi di balik “kostum” tertentu. Kepercayaan diri sejati biasanya tampil terbuka, bukan tertutup.
Casing ponsel bermonogram, pelindung earbuds desainer, atau sleeve laptop dengan logo besar kini menjadi cara baru menunjukkan status.
Jika aksesori teknologi dibeli semata agar orang lain menganggap kita kaya, niat tersebut sering terasa—meski tidak diucapkan—dan justru menimbulkan kesan tegang.
Perhiasan bisa memberi sentuhan personal. Namun, terlalu banyak gelang logam atau bermerek yang dipakai sekaligus sering terasa “ramai”.
Alih-alih terlihat effortless, tumpukan aksesori berlebihan justru terdengar seperti pengumuman: perhatikan saya. Gaya minimalis bukan soal jumlah, melainkan ruang untuk bernapas.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
