Ilustrasi KDRT
JawaPos.com - KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga adalah sebuah masalah yang serius dan perlu penanganan lebih lanjut. Setidaknya ada satu dari sekian orang dalam pernikahan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Korban dari KDRT ini sendiri seringkali kesulitan untuk meminta bantuan atau keluar dari situasi tersebut. Baik itu karena tekanan dari luar untuk tetap mempertahankan hubungan sampai terjebak dalam mentalitas diri sendiri dan tidak sanggup untuk melangkah dari hubungan yang beracun tersebut.
Rumitnya kasus KDRT ini tidak jarang memerlukan adanya intervensi dari orang luar untuk memutus rantai kekerasan tersebut. Dengan lepas dari hubungan KDRT yang bisa selamat tidak hanya pasangan namun juga anak dan keturunannya.
Sebagai masyarakat awam kamu tentu tahu bahwa KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga adalah hal yang harus diakhiri. Namun untuk benar-benar mengintervensi tidak jarang seseorang bingung hendak melakukan hal apa dan takut untuk ikut campur.
Kompleksitas dari kasus KDRT ini sendiri nyatanya sangat membutuhkan gerakan dari orang luar untuk bisa membantu seseorang keluar dari KDRT tersebut. Dilansir dari Join One Love dan PCADV, ini merupakan beberapa hal yang harus kamu lakukan jika kamu mencurigai ada situasi KDRT terjadi:
1. Kenali Tanda-tanda
Hal pertama yang harus kamu lakukan jika mencurigai ada situasi KDRT adalah kenali tanda-tanda. Ada beberapa perilaku dari pasangan yang membentuk pola tertentu adanya kekerasan dalam rumah tangga.
Kekerasan yang terjadi pun tidak hanya soal fisik namun bisa juga berupa tekanan dalam psikologis dan juga pembatasan finansial. Sebelum kamu benar-benar membawa topik ini pada temanmu, pastikan kamu benar-benar yakin bahwa ada KDRT yang terjadi.
Hal ini diperlukan agar kamu tidak salah sasaran dan juga menjaga hubungan orang lain tentang harmonis. Apabila kamu sudah merasa yakin ada hal yang salah dari hubungan temanmu kamu bisa lanjut ke langkah selanjutnya.
2. Bahas Perlahan
Hal kedua yang harus kamu lakukan jika kamu mencurigai ada situasi KDRT adalah bahas perlahan dengan yang bersangkutan. Kamu bisa mencari waktu untuk duduk bersama dan mulai percakapan dengan tenang positif dan tanpa ada nada menghakimi.
Kamu bisa memberitahu sudut pandang orang ketiga yang melihat dinamika dalam hubungan tersebut. Kamu juga bisa menonjolkan hal-hal yang kamu rasa salah dalam hubungan teman kamu tersebut.
Misalnya bagaimana pasangan teman tersebut memperlakukan temanmu di depan orang lain. Pastikan untuk memilih bahasa yang benar untuk menciptakan rasa aman pada temanmu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
