Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2026, 14.13 WIB

Tak Selamanya Pujian Itu Bagus, Ini 9 Dampak Psikologis Akibat Terlalu Sering Dipuji

Ilustrasi dampak psikologis akibat terlalu sering dipuji. (freepik/ katemangostar) - Image

Ilustrasi dampak psikologis akibat terlalu sering dipuji. (freepik/ katemangostar)

JawaPos.com - Selama ini, pujian sering dianggap sebagai bentuk dukungan terbaik dalam proses tumbuh kembang seseorang.

Anak yang sering dipuji kerap dipandang akan tumbuh lebih percaya diri, berani, dan memiliki mental yang kuat.

Namun, di balik anggapan tersebut, psikologi justru menemukan fakta yang tidak banyak disadari orang.

Pujian yang diberikan secara berlebihan dan tanpa keseimbangan ternyata tidak selalu membawa dampak positif.

Alih-alih membangun mental yang sehat, pujian yang terus-menerus sejak kecil dapat membentuk pola pikir dan emosi yang mudah rapuh hingga seseorang dewasa.

Inilah sebabnya mengapa pujian, meskipun terdengar baik, perlu diberikan dengan cara yang tepat.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (13/1), berikut merupakan 9 dampak psikologis akibat terlalu sering dipuji.

1. Sulit menerima kritik

Orang yang sejak kecil terlalu sering mendapat pujian biasanya tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya selalu benar dan bernilai tinggi.

Ketika dewasa dan menerima kritik, mereka kerap merasakannya sebagai serangan pribadi, bukan sebagai masukan yang membangun.

Bahkan kritik yang disampaikan dengan niat baik pun dapat memicu perasaan tidak aman, tersinggung, ataupun defensif.

Hal ini terjadi karena pujian yang mereka terima dahulu lebih menekankan pada “siapa dirinya”, bukan pada usaha atau prosesnya.

Akibatnya, saat ada kekurangan yang disorot, mereka merasa identitasnya dipertanyakan.

Lama-kelamaan, mereka cenderung menghindari kritik dan hanya ingin berada di lingkungan yang selalu membenarkan, sehingga peluang untuk berkembang menjadi semakin terbatas.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore