
ILustrasi seseorang yang selalu mengalami mimpi yang sangat nyata saat tidur
JawaPos.com – Banyak orang mengeluhkan sulit tidur atau kualitas tidur yang buruk meskipun sudah lelah sepanjang hari.
Kebiasaan sebelum tidur memiliki peran dan pengaruh besar terhadap kualitas istirahat dan mental.
Menghindari beberapa hal tertentu sebelum tidur tidur sekitar 98% lebih nyenyak dan ini berkaitan erat dengan ritme sirkadian tubuh (sleep wake cycle) yang aktif sepanjang malam.
Melansir dari laman YourTango pada Selasa (20/01), 10 hal ini sebaiknya dihindari sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur 98% lebih nyenyak.
Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga efisiensi tidur, kemampuan untuk masuk tidur dengan cepat, tidur tanpa terbangun berkali-kali, dan bangun pagi dengan perasaan segar.
Banyak faktor gaya hidup yang secara tak sadar dapat menggagalkan proses ini. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari sebelum tidur demi mendapatkan tidur yang lebih baik dan lebih nyenyak.
Memegang smartphone, menonton tv, atau melihat layar komputer sebelum tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin, yang membantu tubuh bersiap untuk tidur.
Cahaya biru dari layar ini mengacaukan ritme sirkadian dan membuat otak tetap aktif saat seharusnya rileks.
Suara yang tiba-tiba seperti tv, suara jalan, atau alat elektronik bisa membangunkan anda di malam hari atau mencegah anda masuk ke fase tidur yang lebih dalam.
Tidur yang tenang lebih mungkin terjadi dalam lingkungan yang sunyi atau memakai alat bantu suara putih (white noise).
Kondisi kamar yang terlalu hangat membuat tubuh sulit menurunkan suhu inti tubuh, proses yang penting untuk memulai tidur.
Para ahli tidur menganjurkan suhu kamar yang sejuk sekitar 18–20 derajat celcius dapat membuat tubuh lebih cepat tertidur dan tetap berada dalam fase tidur dalam.
Kafein adalah stimulan yang bisa tetap dalam sistem tubuh sampai berjam-jam setelah diminum, mengganggu kemampuan untuk tertidur atau mempertahankan tidur.
Sementara alkohol sering membuat orang cepat terlelap, efeknya justru mengganggu fase tidur dalam dan menyebabkan sering terbangun di malam hari.
Makanan berat atau tinggi lemak memperlambat pencernaan dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman atau acid reflux saat berbaring.
