
Ilustrasi wawancara kerja. (Freepik)
JawaPos.com - Banyak pelamar kerja mengira kunci sukses wawancara hanya ada pada pakaian rapi atau jawaban spontan yang terdengar cerdas. Padahal, rahasia sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Anda berjabat tangan dengan HRD.
Persiapan adalah segalanya. Melakukan riset mendalam tentang perusahaan dan melatih jawaban adalah pembeda antara kandidat yang "biasa saja" dengan mereka yang "siap kerja". Pakar SDM Amy Lentz menegaskan, kesadaran diri adalah kunci utama untuk memikat hati perekrut.
Dalam podcast Working Hard, Amy membedah lima pertanyaan "keramat" yang hampir pasti muncul dalam setiap wawancara kerja. Apa saja?
Pertanyaan ini sering kali membuat pelamar keringat dingin. Padahal, HRD bukan sedang mencari celah untuk menolak Anda, melainkan ingin melihat sejauh mana Anda mengenal diri sendiri.
Amy Lentz menyarankan untuk tidak bersikap defensif. "Mulailah dengan mengatakan bahwa Anda terbuka terhadap umpan balik," ujarnya. Sebutkan evaluasi yang pernah Anda terima, lalu jelaskan langkah nyata yang sedang Anda lakukan untuk memperbaikinya. Ini menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang mau belajar dan berkembang.
Jangan terjebak memberikan jawaban yang terlalu umum atau terlalu ambisius hingga tidak masuk akal. Pastikan tujuan Anda selaras dengan visi perusahaan.
Jika Anda melamar di bidang pemasaran, pastikan target karier Anda masih di jalur tersebut. Jawaban yang spesifik dan antusias akan meyakinkan HRD bahwa Anda tidak sekadar "mencoba-coba" melamar, melainkan memiliki rencana yang matang bersama mereka.
Ini adalah pertanyaan berbasis pengalaman. HRD ingin bukti nyata, bukan sekadar klaim keahlian di atas kertas.
Amy Lentz menekankan pentingnya latihan menceritakan pengalaman secara runtut. Jika posisi yang dilamar membutuhkan jiwa kepemimpinan, siapkan cerita saat Anda berhasil mengelola tim. Fokuslah pada bagaimana cara Anda berpikir dan menyelesaikan masalah tersebut.
Pewawancara ingin tahu apa yang membuat Anda bersemangat selain gaji. Namun, kejujuran tetap harus menggunakan "filter".
Menyatakan secara gamblang bahwa Anda tidak tertarik pada industri tersebut adalah kesalahan besar. Fokuslah pada bagaimana peran tersebut selaras dengan nilai-nilai pribadi Anda. Ketika motivasi Anda bertemu dengan kebutuhan perusahaan, itulah titik kesuksesan yang dicari perekrut.
Ini adalah elevator pitch Anda. Perekrut Emily Durham menyebutkan bahwa Anda hanya punya waktu 30 hingga 60 detik untuk memberikan kesan pertama yang kuat.
Jangan ceritakan seluruh riwayat hidup dari masa sekolah. Fokuslah pada pengalaman profesional yang paling relevan dengan lowongan yang dilamar. Sampaikan keahlian utama Anda dan arah karier Anda ke depan secara singkat, padat, dan jelas.
Persiapan matang pada lima poin ini tidak hanya meningkatkan peluang Anda untuk diterima, tetapi juga membantu Anda tampil lebih tenang dan percaya diri di depan meja wawancara.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
