Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Februari 2026, 02.35 WIB

Puasa Intermiten untuk Wanita: Manfaatnya Populer, Tapi Plus Minusnya Jarang Dibahas

Manajemen puasa intermiten untuk wanita

JawaPos.com – Puasa intermiten semakin populer sebagai pendekatan gaya hidup untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik.

Metode ini melibatkan pola makan yang secara sengaja membatasi waktu makan, misalnya hanya dalam 8 jam, lalu puasa selama 16 jam.

Namun, meski banyak klaim manfaat, muncul pertanyaan penting, apakah puasa intermiten layak dan aman untuk wanita, khususnya terkait respons hormonal dan kesehatan reproduksi?

Melansir dari laman YourTango pada Rabu (04/01), menyebutkan puasa intermiten memang memiliki manfaat seperti membantu pengaturan berat badan dan potensi meningkatkan fungsi metabolic.

Namun juga menyebutkan bahwa puasa intermiten tidak selalu bekerja sama untuk setiap orang, terutama pada wanita.

Faktor hormon, siklus menstruasi, dan kebutuhan nutrisi membuat respons terhadap puasa berbeda antara wanita dan pria.

Selain itu, sejumlah studi ilmiah dan review sistematis terbaru menunjukkan adanya keuntungan dan risiko unik ketika wanita menjalankan puasa intermiten, termasuk potensi gangguan hormonal dan perubahan siklus menstruasi.

Puasa intermiten diyakini menawarkan beberapa manfaat kesehatan yang menarik, terutama bila dipadukan dengan diet seimbang dan gaya hidup aktif:

  1. Pengaturan berat badan dan sensitivitas insulin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan lemak tubuh dengan meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu tubuh mengoptimalkan penggunaan lemak sebagai sumber energi.

  1. Potensi menurunkan risiko penyakit metabolic

Mekanisme puasa, seperti periode tanpa makan lebih lama, dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan proses pemulihan seluler seperti autophagy, yang berperan penting dalam kesehatan jangka panjang.

Walaupun demikian, perlu diingat bahwa mayoritas data ini berasal dari penelitian jangka pendek atau studi populasi umum, dan belum cukup kuat untuk semua kelompok usia atau kondisi kesehatan tertentu.

Di sisi lain, puasa intermiten juga memiliki potensi efek negatif yang lebih menonjol pada sebagian wanita:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore