Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Februari 2026, 18.25 WIB

Survei Ungkap Alasan Tak Terduga Generasi Z Mengakhiri Hubungan yang Sebenarnya Baik-baik Saja

Ilustrasi pasangan generasi Z (Freepik)

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, selama hubungan terasa sehat dan penuh cinta, perbedaan kecil bukanlah masalah besar.

Namun bagi Generasi Z, ada satu hal mendasar yang ternyata bisa menjadi penentu bertahan atau tidaknya sebuah hubungan: keselarasan karier dan nilai tentang pekerjaan.

Pandangan ini terungkap dalam laporan yang dimuat oleh YourTango, berdasarkan survei yang dilaporkan oleh Nia Tipton.

Survei tersebut menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki standar yang cukup tegas dalam urusan kompatibilitas karier—bahkan jika hubungan yang dijalani sebenarnya sehat dan membahagiakan.

Generasi Z Bersedia Putus Karena Ketidakcocokan Karier

Survei dari layanan perjodohan Tawkify melibatkan lebih dari 1.000 warga Amerika dari berbagai generasi, industri, dan latar belakang keluarga.

Hasilnya menunjukkan bahwa 33% orang Amerika bersedia mengakhiri hubungan yang sebenarnya baik hanya karena ketidakcocokan karier.

Namun angka itu melonjak drastis pada Generasi Z:
44% Gen Z mengaku akan mengakhiri hubungan yang baik jika merasa tidak selaras dalam hal karier dan etos kerja.

Sebagai perbandingan, hanya 24% baby boomer yang akan melakukan hal serupa. Artinya, Gen Z hampir dua kali lebih mungkin meninggalkan hubungan sehat demi kesesuaian visi pekerjaan.

Apa yang Dimaksud “Kesesuaian Karier”?

Menariknya, kompatibilitas karier ternyata bukan semata soal gaji atau status pekerjaan.

Ketika responden ditanya apa arti “kesesuaian karier”, jawabannya adalah:

·       27%: nilai bersama tentang keseimbangan kerja-hidup

·       27%: saling memahami dan mendukung tuntutan pekerjaan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore