Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 17.40 WIB

9 Barang yang Tidak Pernah Dimiliki Orang Kaya Turun-temurun di Rumah Mereka, tetapi Terus Dibeli oleh Orang Kaya Baru Menurut Psikologi

seseorang yang membeli barang berlebihan. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang membeli barang berlebihan. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Ada perbedaan mencolok antara orang kaya turun-temurun (old money) dan orang kaya baru (new money).

Perbedaannya bukan hanya soal jumlah kekayaan, tetapi soal mindset, rasa aman finansial, serta cara memandang status sosial.

Dalam psikologi sosial, ada konsep status signaling — dorongan untuk menunjukkan posisi sosial melalui simbol eksternal.

Orang kaya baru cenderung memiliki kebutuhan signaling yang lebih tinggi karena status mereka masih “baru” dan belum terinternalisasi sepenuhnya sebagai identitas diri.

Sementara itu, orang kaya turun-temurun biasanya memiliki rasa aman yang lebih stabil terhadap statusnya.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 9 barang yang jarang (atau hampir tidak pernah) menjadi fokus orang kaya lama, tetapi sering dibeli oleh orang kaya baru.

1. Logo Mewah yang Terlalu Besar dan Mencolok

Orang kaya baru sering membeli barang dengan logo besar dari brand seperti:

Louis Vuitton

Gucci

Balenciaga

Logo besar berfungsi sebagai alat komunikasi sosial: “Saya mampu membeli ini.”

Sebaliknya, orang kaya turun-temurun lebih memilih desain minimalis tanpa logo mencolok. Bagi mereka, kualitas dan siluet lebih penting daripada pengakuan publik.

Psikologi di baliknya:
Orang kaya baru cenderung mengalami status anxiety (kecemasan status). Barang berlogo menjadi “tameng sosial” untuk mengurangi kecemasan tersebut.

2. Supercar yang Terlalu Mencolok untuk Lingkungan Rumah

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore