Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 15.53 WIB

Tayang Desember 2025, Film Nia Diangkat dari Kisah Nyata Tragedi Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan di Padang Pariaman

Poster resmi film Nia yang akan tayang di bioskop 4 Desember 2025. (Dok. @Cinema21) - Image

Poster resmi film Nia yang akan tayang di bioskop 4 Desember 2025. (Dok. @Cinema21)

JawaPos.com - Industri perfilman Indonesia kembali mendatangkan karya terbaru berjudul Nia yang akan tayang di bioskop pada 4 Desember 2025. Film ini diproduksi oleh Smaradana Pro dan digarap oleh sutradara Aditya Gumay yang bekerja sama dengan Ronny Mepet.

Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, tentang tragedi tragis yang menimpa seorang gadis penjual gorengan bernama Nia Kurnia Sari.

Aditya Gumay tidak hanya berkontribusi sebagai sutradara, tetapi juga menulis naskah bersama tim produksi. Film ini turut melibatkan sejumlah produser, antara lain Aditya Gumay, Nebhraj AL, Nicki R. V., Mohit Nv, Rani RI, Aswin Fabanyo, dan Nanditho Djohar.

Dilansir dari Cinema21, pemeran utama film ini adalah Syakira Humaira yang memerankan sosok Nia. Film Nia berpusat pada seorang gadis berusia 18 tahun bernama Nia Kurnia Sari, yang sangat sholehah, rajin dan berjuang keras membantu keluarganya dengan berjualan gorengan.

Nia menjadi tulang punggung keluarga setelah kedua orang tuanya bercerai. Ia berjuang setiap hari berjualan untuk menafkahi ibunya yang sakit, kakanya, serta adiknya yang masih kecil.

Sosok ibu Nia diperankan oleh Helsi Herlinda sebagai Eli, yang menderita penyakit tiroid dan tak mampu lagi bekerja. Kakak Nia, Rini, diperankan oleh Eka Maharani, ia anak dari ayah yang berbeda, sementara sang adiknya yang masih kecill, Mayang, dimainkan oleh Aisyah yang sangat bergantung pada Nia. Zainal Chaniago memerankan Asril, ayah Nia, yang tinggal terpisah di Dumai bersama anak lelakinya dari pernikahan lain.

Cerita semakin menegangkan saat Nia harus melewati jalan sunyi di tepi hutan dalam perjalanan pulang setelah berjualan. Di tempat itulah tragedi bermula. Nia diserang oleh seorang pemuda bernama Andri, yang diperankan oleh Qya Ditra. Andri digambarkan sebagai pengangguran dan residivis dari kampung sebelah yang gelap mata dan bertindak keji terhadap Nia.

Adegan tragis menggambarkan betapa Nia dibekap, dibunuh, lalu diperkosa sebelum jasadnya dikubur di tepi sungai irigasi. Momen ini menjadi inti cerita yang mengguncang hati para penonton, menyoroti kekerasan terhadap perempuan yang masih sering terjadi di masyarakat.

Keesokan harinya, warga Kayu Tanam dikejutkan oleh kabar hilangnya Nia. Seorang yang bernama Makwo, yang diperankan oleh Neno Warisman, bersama warga dan kepolisian yang berusaha menemukan keberadaannya. Pencarian yang berlangsung selama tiga hari akhirnya berakhir dengan ditemukannya jasad Nia di tepi sungai.

Kematian Nia meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Ibunya yang sakit, kakaknya yang kehilangan harapan, serta adiknya yang masih kecil harus menerima kenyataan pahit. Sementara itu, sang pelaku, Andri, melarikan diri dari kampungnya dengan perasaan bersalah yang menghantui.

Film ini juga menyoroti sisi emosional dari kekasih Nia, yang diperlihatkan tengah berjuang dengan penyakit jantung sambil menghadapi kehilangan orang yang dicintainya. Rasa sedih, marah, dan penyesalan menjadi benang merah yang mengikat perjalanan cerita film ini hingga akhir.

Film ini menghadirkan deretan pemain berbakat seperti Syakira Humaira, Helsi Herlinda, Qya Ditra, Neno Warisman, dan Eka Maharani yang berhasil menampilkan akting memukau sesuai peran masing-masing. Penampilan mereka mampu membawa penonton merasakan emosi mendalam keluarga korban yang berjuang menghadapi kenyataan pahit di hidupnya.(*) 

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore