Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2025, 11.55 WIB

Nggak Cuma Bikin Ngakak! Film Pesugihan Sate Gagak Juga Sarat Akan Pesan Baik

Film Pesugihan Sate Gagak siap mengocok perut penonton. Bercerita tentang tiga sekawan yang kesulitan ekonomi. (Instagram Core Communication/Film Pesugihan Sate Gagak) - Image

Film Pesugihan Sate Gagak siap mengocok perut penonton. Bercerita tentang tiga sekawan yang kesulitan ekonomi. (Instagram Core Communication/Film Pesugihan Sate Gagak)

JawaPos.com-Film Pesugihan Sate Gagak siap mengocok perut penonton dengan genre komedi horor. Bercerita tentang tiga sekawan, yakni Anto (Ardit Erwandha), Dimas (Yono Bakrie), dan Indra (Benedictus Siregar), yang dilanda masalah keuangan. 

Anto didesak untuk menikahi kekasihnya, Andini (Yoriko Angeline) dengan mahar Rp 150 juta. Dimas seorang konten kreator yang belum sukses dan Indra yang terjerat utang pinjaman online (pinjol).

Sampai suatu ketika mereka menemukan solusi jalan pintas lewat sebuah ritual sate gagak. Cara tersebut mereka temukan dari buku mantra kuno peninggalan kakek Indra. Langkah tersebut ampuh mendatangkan uang secara instan.

Namun, pelanggan yang datang bukan dari kaum manusia. Melainkan makhluk halus seperti kuntilanak, genderuwo, tuyul, pocong, dan beragam jenis hantu lainnya. 

Besarnya pendapatan yang didapat dari para hantu membuat mereka ketagihan melakukan ritual pesugihan sate gagak. Mengubah kehidupan Anto, Dimas, dan Indra seketika.

Namun, semakin lama para makhluk halus semakin rakus dan kerap menagih sate tanpa henti. Ladang uang pun menjadi jerat mengerikan.

Ketiga sahabat itu harus menentukan pilihan, terus melayani pelanggan-pelanggan gaib atau menghadapi konsekuensi mematikan.

Ardit menuturkan bahwa konflik utama yang diangkat dalam film Pesugihan Sate Gagak sangat relevan dengan banyak orang.

“Kami bertiga mewakili permasalahan yang sering terjadi di masyarakat, yaitu harta, tahta, wanita,” kata dia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Lewat ketiga karakter utama tersebut, dia berharap film Pesugihan Sate Gagak bisa menjadi bahan refleksi bagi penonton. Menyadari bahwa segala sesuatu yang instan tidak melulu baik. Juga memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil. 

“Diharapkan kami bertiga mampu mewakili ke masyarakat mungkin yang merasakan kesulitan ekonomi. Dan tahu kalau sebenarnya cara instan itu tidak baik,” ucap Ardit. 

Selain sarat akan makna, film Pesugihan Sate Gagak juga menghibur penonton dari dialog dan tingkah lucu dari ketiga tokoh utama.

“Jadi, tontonannya lucu, masalahnya juga relate. Kayak datang senang, pulang juga happy dan bawa banyak pesan baik,” tutur Ardit.

Film Pesugihan Sate Gagak dijadwalkan tayang di bioskop pada Kamis (13/11). Film tersebut disutradarai Etienne Caesar dan Dono Pradana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore