
Film Talk To Me. (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Talk To Me adalah film horor supernatural yang dirilis pada tahun 2022 dan disutradarai oleh Danny dan Michael Philippou. Film ini menempatkan pengalaman remaja dan trauma keluarga ke dalam ritual pemanggilan arwah yang sederhana namun mematikan.
Dilansir dari whatsafterthemovie.com, cerita bermula dari sekelompok anak muda menemukan sebuah tangan yang diawetkan, sebuah objek misterius yang memungkinkan mereka untuk memanggil arwah dan “berbicara” dengan roh-roh yang menunggu di sisi lain.
Awalnya percobaan itu terasa seperti permainan adrenalin, pengguna tangan akan merasakan sensasi luar nalar, kebebasan sementara, dan pengalaman emosional yang intens sebelum efeknya berubah menjadi berbahaya.
Tokoh utama perempuan di film ini adalah Mia, yang masih bergulat dengan kehilangan sahabatnya dan trauma keluarga. Rasa ingin tahunya tentang tangan itu juga menyiratkan keinginan untuk menemukan jawaban atas kesedihannya.
Seiring teman-teman mereka semakin ketagihan pada pengalaman pemanggilan, batas antara kenyataan dan dunia arwah yang semakin kabur. Konsekuensi dari tindakan mereka menjadi semakin berbahaya dan tak terduga.
Sutradara Danny dan Michael Philippou, duo kembar di balik proyek ini, sebelumnya dikenal lewat karya digital mereka di YouTube. Gaya visual mereka yang khas, yakni cepat, intens, dan penuh energi, dibawa ke dalam film horor ini dan menjadi ciri kuat penceritaannya.
Film ini tidak sekadar mengangkat kisah tentang entitas gaib. Ia juga menelusuri tema kecanduan, dorongan rasa ingin tahu yang tak terkendali, serta bagaimana trauma yang belum tuntas dapat mendorong seseorang mengambil keputusan berisiko demi mencari pelarian.
A24, studio yang identik dengan horor art-house, turut mempromosikan film ini ke panggung internasional, memperluas jangkauannya hingga dikenal penonton di berbagai negara.
Walau berdurasi singkat, film ini padat dan bergerak cepat. Alur yang rapat membuat ketegangan jarang memberi ruang bernapas, mempertahankan intensitas hingga momen puncaknya yang mengguncang.
Talk To Me menjadi contoh bagaimana kisah yang berakar pada hubungan manusia dan luka batin bisa ditransformasi menjadi horor modern tanpa mengorbankan kedalaman karakter.
Akhirnya, film ini ditutup dengan konsekuensi yang tragis sekaligus merenung, menyiratkan bahwa bermain-main dengan dunia tak kasat mata membawa dampak nyata bagi kehidupan, baik bagi mereka yang terlibat maupun keluarga yang ditinggalkan.
Talk To Me pantas disaksikan oleh penikmat horor yang mencari atmosfer kuat, performa akting yang penuh beban emosional, dan cerita yang menawarkan lebih dari sekadar jumpscare sesaat. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
