Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 19.07 WIB

Bandai Namco Festival Shanghai Dibubarkan, Maki Otsuki Dihentikan Saat Nyanyi Memories One Piece

Penyanyi OST One Piece berjudul Memories, Maki Otsuki. (Instagram Maki Otsuki)

JawaPos.com – Lampu yang padam mendadak bukanlah hal baru di panggung konser, tetapi yang terjadi pada Maki Otsuki di Bandai Namco Festival 2025 di Shanghai, Jumat (28/11), bukan sekadar gangguan teknis atau bagian dari pertunjukan.

Para penonton yang memadati West Bund Dome Art Center tahu persis ada yang tidak wajar ketika suara menghilang, musik terputus, dan panggung gelap saat sang penyanyi tengah membawakan lagu legendaris Memories dari anime One Piece.

Dalam hitungan detik, dua staf naik ke panggung dan mengawal Maki Otsuki turun sambil sang penyanyi tampak kebingungan. Video amatir yang tersebar di Weibo, X, dan berbagai platform lain memperlihatkan reaksi penonton yang semula terpaku sebelum riuh mencari penjelasan.

Insiden pada malam pembukaan itu membuat penyelenggara menghentikan seluruh konser. Festival budaya pop Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 28–30 November 2025 tersebut kemudian dibatalkan sepenuhnya, meski seharusnya menjadi salah satu ajang terbesar berisi penyanyi, pengisi suara, hingga konten resmi dari berbagai franchise Bandai Namco.

Penonton sempat bersorak berharap acara dilanjutkan, namun penyelenggara mengumumkan bahwa penampilan hari itu “tidak dapat dilanjutkan”.

Tak lama setelah itu, konser untuk 29 November dibatalkan. Keesokan harinya, panitia menyampaikan bahwa seluruh kegiatan festival, termasuk panggung dan area penjualan, dihentikan dengan alasan “force majeure” atau faktor yang tidak dapat dihindari.

Manajemen Maki Otsuki dalam keterangannya menyebut penghentian tersebut terjadi karena “unavoidable circumstances”, tanpa memberikan rincian lebih jauh. Pernyataan serupa disampaikan pihak penyelenggara yang menyebut keputusan diambil setelah “mempertimbangkan berbagai faktor”.

Tidak ada penjelasan tambahan mengenai pemutusan suara di tengah lagu atau alasan pengawalan terhadap sang penyanyi. Kejadian tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan penggemar anime dan J-Pop di Tiongkok, salah satu pasar terbesar budaya pop Jepang di Asia.

Banyak penonton menyebut insiden itu sebagai pengalaman paling membingungkan yang pernah mereka lihat dalam sebuah festival resmi. Unggahan video detik-detik pemadaman panggung dengan cepat viral dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebabnya.

Hingga artikel ini diturunkan, baik penyelenggara maupun otoritas setempat belum memberikan penjelasan rinci terkait insiden tersebut. Festival yang semula diproyeksikan menjadi perayaan besar pop culture Jepang di Shanghai itu berakhir dengan pembatalan total dan meninggalkan banyak tanda tanya di kalangan penggemar.

Insiden ini juga memicu dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan memanasnya hubungan politik Jepang–Tiongkok belakangan ini. Sejumlah konser dan acara budaya Jepang dilaporkan ikut dibatalkan di berbagai kota di Tiongkok dalam beberapa pekan terakhir.

Hubungan diplomatik kedua negara kembali tegang sejak awal November 2025, ketika Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan di parlemen bahwa jika terjadi serangan militer Tiongkok terhadap Taiwan, Jepang dapat menganggapnya sebagai ancaman eksistensial dan mempertimbangkan opsi pertahanan, termasuk dukungan militer.

Pernyataan itu dianggap Beijing sebagai gangguan terhadap kedaulatan, mengingat Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Respons keras pun muncul, termasuk protes diplomatik dan pernyataan terbuka dari pejabat Tiongkok.

Dampaknya meluas dengan cepat: penundaan penayangan film Jepang, pembatalan konser berbagai artis Jepang, hingga pembatasan kegiatan budaya dan pariwisata. Ketegangan ini membuat panggung hiburan Jepang di Tiongkok berada dalam situasi tidak menentu. Termasuk, membayangi insiden yang menimpa Maki Otsuki di Shanghai.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore