Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 05.06 WIB

Netflix vs Disney, Apple TV, dan Amazon, Pertarungan Baru Dimulai Usai Akuisisi Warner Bros

Film Harry Potter (Dok. IMDb) - Image

Film Harry Potter (Dok. IMDb)

JawaPos.com – Pertarungan besar dalam industri streaming memasuki fase yang sama sekali berbeda setelah Netflix resmi mengumumkan akuisisi Warner Bros senilai 82,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.381 triliun.

Merger raksasa ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan langkah strategis untuk mempertahankan dominasi Netflix di tengah kompetisi ketat dari Disney+, Amazon Prime Video dan Apple TV+.

Penyatuan dua kekuatan besar ini menandai pergeseran peta persaingan yang sudah terbentuk selama satu dekade terakhir.

Dalam rilis resminya, Netflix menegaskan bahwa akuisisi ini menyatukan inovasi layanan streaming mereka dengan warisan kreatif Warner Bros yang berusia lebih dari 100 tahun.

Artinya, franchise terbesar dunia seperti Harry Potter, DC Universe, Game of Thrones dan The Sopranos akan berada dalam satu atap bersama katalog populer Netflix seperti Wednesday dan Bridgerton.

Penyatuan ini menciptakan kekuatan IP yang belum pernah dimiliki satu platform streaming pun dalam sejarah industri.

Ted Sarandos selaku co CEO Netflix menjelaskan bagaimana perpaduan dua kekuatan besar ini menjadi pondasi dominasi baru. “Misi kami selalu menghibur dunia,” ujar Sarandos.

Dia menjelaskan, dengan menggabungkan perpustakaan hebat Warner Bros yang berisi tontonan klasik seperti Casablanca dan Citizen Kane hingga favorit modern seperti Harry Potter dan Friends dengan judul definisi budaya kami seperti Stranger Things, KPop Demon Hunters dan Squid Game, mereka akan menjadi luar biasa.

"Bersama, kami bisa memberi penonton lebih banyak hal yang mereka cintai dan membantu mendefinisikan abad berikutnya dalam bercerita,” jelasnya.

Langkah ini menjadi tantangan langsung bagi Disney+ yang selama ini bertumpu pada kekuatan Marvel, Star Wars dan Pixar. Itu juga menjadi tekanan baru bagi Amazon Prime Video yang tengah memperkuat franchise The Lord of the Rings dengan investasi besar.

Netflix kini memegang kombinasi konten klasik, waralaba besar dan serial modern yang secara kolektif dapat memperlebar jarak dari para pesaing. Keunggulan katalog ini memberi Netflix posisi yang sulit ditandingi dalam hal variasi genre dan skala audiens global.

Greg Peters, co CEO Netflix, menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan jangka panjang. “Akuisisi ini akan meningkatkan penawaran kami dan mempercepat bisnis kami selama puluhan tahun ke depan,” kata Peters.

Dampak merger ini tidak hanya dirasakan di ranah streaming. Keputusan Netflix mempertahankan rilis teater Warner Bros membuka ruang analisis baru soal masa depan bioskop. Keputusan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Netflix tidak lagi melihat layar lebar sebagai kompetitor, tetapi sebagai bagian dari ekosistem konten global yang tulang punggungnya masih kuat.

Langkah tersebut dapat menjaga keberlanjutan film blockbuster sekaligus memberi jangkauan yang lebih panjang bagi setiap judul yang dirilis.

Dari sisi Warner Bros Discovery, penyatuan dua kekuatan ini dipandang sebagai cara menjaga dampak budaya waralaba besar selama bertahun-tahun. Presiden dan CEO WBD David Zaslav menyebutnya sebagai momen yang menyatukan dua tradisi panjang penceritaan.

“Pengumuman hari ini menyatukan dua perusahaan penceritaan terbesar di dunia untuk menghadirkan hiburan yang paling disukai kepada lebih banyak orang,” ujar Zaslav.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore