Poster drama populer Signal dan potret Jo Jin Woong yang terlibat skandal. (Soompi)
JawaPos.com - Kontroversi besar kembali mengguncang industri hiburan Korea Selatan setelah aktor senior Jo Jin Woong mengakui keterlibatannya dalam kasus kenakalan remaja di masa lalu.
Pengakuan ini tidak hanya memicu kemarahan publik tetapi juga mengancam banyak proyek besar yang telah melibatkan dirinya termasuk drama blockbuster Signal 2 yang sudah lama dinantikan oleh penonton.
Menurut laporan dari Money Today, perwakilan dari industri hiburan mengabarkan bahwa tvN tengah menyiapkan langkah hukum terkait kerugian yang ditimbulkan.
Estimasi kerugian itu disebut bisa mencapai angka fantastis, yakni sekitar 10 Miliar Won atau setara lebih dari Rp 113,3 Miliar.
Hal ini dipicu oleh peran Jo Jin Woong dalam drama Signal memiliki porsi yang besar sehingga membuat proses pengeditan atau penggantian aktor menjadi sangat sulit dan hampir tidak mungkin dilakukan tanpa syuting ulang secara besar-besaran.
Produksi Signal 2 sendiri disebut-sebut sudah memasuki tahap finalisasi bahkan proses syuting pun sudah selesai sejak Agustus 2025.
Beberapa program dan acara televisi yang sempat dibintangi pun juga dilaporkan mulai menghapus atau mengedit ulang segmen yang menampilkan Jo Jin Woong.
Belum lama ini, Jo Jin Woong secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari seluruh kegiatan industri hiburan menyusul pemberitaan yang mengungkap bahwa ia pernah ditahan di pusat penahanan remaja atas tuduhan perampokan dan pemerkosaan berdasarkan Undang-Undang Khusus tentang Perlindungan Anak dari Kejahatan terhadap Anak saat ia masih duduk di bangku SMA.
Tidak berhenti sampai disitu, laporan tambahan juga menyebut bahwa sang aktor pernah dikenai denda karena melakukan penyerangan terhadap seorang anggota rombongan teater dalam sebuah pesta minum pada tahun 2003.
Hingga kini, publik terus menunggu keputusan final dari tvN terkait masa depan produksi serta kemungkinan langkah hukum yang akan diambil terhadap sang aktor.