
Glass armonica, alat musik unik yang memikat Mozart hingga Mesmer. (frauncestavernmuseum.org)
JawaPos.com - Tak hanya dikenal sebagai penemu penangkal petir dan tokoh revolusi Amerika, Benjamin Franklin juga menciptakan sebuah alat musik yang tak kalah menakjubkan, yang biasa dikenal dengan glass armonica. Alat musik ini menghasilkan suara bening dan magis, yang bahkan disebut-sebut sebagai “musik para malaikat” oleh istrinya, Deborah Franklin.
Inspirasi datang saat Franklin tinggal di London pada tahun 1761. Ia menyaksikan temannya, Edward Delaval, memainkan melodi dari gelas-gelas anggur berisi air dengan cara menggesekkan jari basah di bibir gelas. Terpukau oleh suara yang dihasilkan, Franklin pun berpikir, “Saya bisa membuat yang lebih baik dari ini,” sebagaimana dikisahkan oleh Benjamin Franklin House.
Dengan bantuan seorang pembuat kaca bernama Charles James, Franklin merancang alat musik dari 37 mangkuk kaca berukuran berbeda yang disusun horizontal pada batang besi dan diputar dengan pedal kaki. Mangkuk-mangkuk itu diberi kode warna untuk tiap nada, dan suara dihasilkan dengan menyentuhkan jari basah ke bibir mangkuk yang berputar.
“Dari semua penemuan saya, glass armonica adalah yang paling memberi kepuasan pribadi,” ujar Franklin dalam suratnya. Ia bahkan membawa alat ini dalam perjalanan diplomatiknya dan memainkan lagu-lagu Skotlandia untuk menghibur para tamu.
Popularitas glass armonica melonjak di Eropa. Komposer besar seperti Mozart, Beethoven, dan Donizetti menciptakan karya khusus untuk alat ini. Mozart pertama kali mendengarnya saat berkunjung ke rumah Franz Mesmer di Wina, dan kemudian menulis Adagio for Glass Harmonica yang terkenal.
Namun, seiring waktu, muncul rumor bahwa suara ethereal dari glass armonica bisa menyebabkan kegilaan. Beberapa pemain mengeluhkan pusing, kejang otot, dan bahkan halusinasi. Di Jerman, alat ini sempat dilarang setelah seorang anak meninggal saat pertunjukan berlangsung.
Ada pula yang percaya bahwa suara tinggi dari alat ini bisa memanggil arwah atau memiliki kekuatan magis. Sebagian lain menduga bahwa cat atau timbal dari kaca terserap ke tubuh pemain melalui jari, meski tak pernah ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Franklin sendiri tak pernah terpengaruh oleh rumor tersebut. Ia terus memainkan glass armonica hingga akhir hayatnya dan menolak mematenkan alat itu. “Sebagaimana kita menikmati manfaat dari penemuan orang lain, kita pun sebaiknya memberi secara cuma-cuma atas penemuan kita,” tulisnya.
Glass armonica juga punya peran unik dalam sejarah hipnotisme. Franz Mesmer, yang dikenal sebagai pelopor mesmerisme, menggunakan alat ini untuk menciptakan suasana magis dalam sesi terapinya. Ironisnya, Franklin kemudian menjadi bagian dari komisi kerajaan yang membongkar praktik Mesmer dan menyimpulkan bahwa efeknya hanya berasal dari “imajinasi” pasien.
Kini, glass armonica menjadi artefak berharga yang disimpan di Franklin Institute, Philadelphia. Replika modernnya masih bisa didengar di Benjamin Franklin House, London. Meski sempat dilupakan, alat ini kembali menarik perhatian musisi kontemporer dan menjadi simbol dari perpaduan sains, seni, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
