Poster film Die Hard (1988) (Dok. Rotten Tomatoes)
JawaPos.com - Banyak film bertema hari raya yang memang dirancang untuk menghangatkan hati. Namun, ada kategori unik berisi film-film yang sebenarnya tidak dipasarkan untuk perayaan hari raya, tetapi karena pilihan setting dan plot ceritanya, akhirnya dianggap sebagai film hari raya oleh para penggemar.
Die Hard (1988) adalah film laga penuh dengan aksi yang seru. Sangat berbeda dan jauh sekali dari pandangan orang-orang biasanya tentang film bertema Hari Natal. Film ini diadaptasi dari novel Nothing Lasts Forever (1979) oleh Roderick Thorp, melalui 20th Century Fox.
Detektif John McClane (Bruce Willis) adalah salah satu detektif yang ditugaskan di New York, tapi ia berniat untuk menghabiskan liburan Natal di Los Angeles. Pada saat yang sama, ia juga berniat untuk bertemu dengan istrinya, Holly (Bonnie Bedelia), dan anak-anaknya.
Holly sekarang bekerja di sebuah perusahaan besar bernama Nakatomi Corporation, ia juga memegang posisi tinggi di sana. Karena itu, ia terpaksa harus pindah bersama anak-anaknya ke Los Angeles, meninggalkan John di New York.
Pada Hari Natal, John memutuskan untuk berlibur ke Los Angeles dengan tujuan pertamanya adalah kantor tempat kerja Holly.
Tahun itu, Nakatomi Corporation mendapatkan profit yang tinggi dan mulai memasuki masa kejayaan mereka. Untuk merayakannya sekaligus merayakan Hari Raya Natal, diadakan pesta di gedung kantor mereka.
Namun, ternyata tidak semuanya merasakan kebahagiaan Natal dan keuntungan finansial tersebut.
Seorang teroris asal Jerman, Hans Gruber (Alan Rickman) dan plonco-plonconya, mengetahui bahwa perusahaan telah merugikan banyak pihak. Maka dari itu, ia hendak mencuri uang perusahaan sebesar 640 juta USD di dalam brankas mereka.
Kelompok teroris ini memasuki gedung pada saat pesta diselenggarakan dan menyandera semua orang, kecuali John yang pada saat itu sedang bersiap-siap untuk ikut pesta di ruangan kerja Holly.
Brankas milik Nakatomi Corporation ini tidak memiliki pintu masuk biasa. Untuk memasuki brankas, seseorang harus memasukan kode akses yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja.
Salah satu eksekutif yang hadir di pesta, Joseph Takagi (James Shigeta), menolak untuk memberikan kode aksesnya karena itu ia ditembak mati.
John yang dapat menghindari para teroris karena tidak terdaftar sebagai karyawan perusahaan. Ia juga pintar bersembunyi serta mencari cara untuk menghubungi polisi.
Namun, karena John bukan salah satu polisi di Los Angeles, petugas darurat lokal tidak dapat menerima perintah darinya. Selain itu, karena para teroris memiliki akses terhadap seluruh komunikasi di gedung, John tidak dapat mengatakan bahwa ia adalah polisi pula.
Dilansir dari University of Alberta, film ini sering dan masih menjadi perdebatan apakah termasuk dalam kategori film Natal. Bahkan sutradara dan penulis naskah mengatakan bahwa film ini adalah film Natal. Akan tetapi, aktor pemain utamanya, Bruce Willis, berpendapat bahwa ini bukan film Natal.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
