
Poster horizontal Don
JawaPos.com - Untuk menjadi seorang detektif, diperlukan kemampuan untuk meneliti, investigasi, analisis, dan menyelidiki sesuatu dengan sangat detail agar kasus-kasus yang mereka tangani dapat diselesaikan dengan baik.
Ada orang-orang yang melalui pelatihan ketat untuk mendapatkan kemampuan menjadi detektif. Namun, ada pula mereka dengan alami dapat melihat hal-hal yang terlewati oleh orang awam.
Orang-orang yang kedua ini adalah mereka yang dibutuhkan oleh kepolisian untuk mengungkap dan memecahkan banyak sekali kasus sulit.
Salah satu tokoh yang memiliki bakat detektif adalah Totono Kuno (Masaki Suda), seorang mahasiswa psikologi asal Hakodate.
Totono memiliki rambut keriting seperti afro yang membuatnya sangat mencolok dari orang-orang di sekitarnya. Tapi ia juga suka menyendiri, sehingga tidak memiliki teman sama sekali.
Suatu hari, ia diminta untuk ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan teman kampusnya. Tentunya tuduhan itu tidak tepat, namun Ketua Penyelidik Yabu (Endo Kenichi) bersikeras bahwa Totono lah pelakunya.
Untungnya, dua detektif di bawah ketua penyelidik, Furomitsu (Sairi Itoh) dan Ikemoto (Matsuya Onoe), tidak merasa bahwa Totono adalah pelakunya. Tapi mereka berdua tidak dapat melawan atasannya tanpa bukti.
Totono juga bukan mahasiswa biasa. Ia kebetulan memang mengenal korban yang juga berasal dari satu SMA dengannya, bahkan satu kelas pula. Karena itu, Totono dapat melawan setiap argumen dari ketua penyelidik.
Totono dengan berani melayangkan banyak sekali pertanyaan yang membuat para detektif keheranan. Ketika ketua penyelidik mengatakan bahwa ada saksi, Totono membalas dengan bertanya apa yang dilakukan saksi pada saat itu, baju yang ia pakai pada saat itu, dan lain-lain. Bahkan, Totono juga bertanya apakah para detektif mengenal saksi tersebut dengan baik.
Karena Totono yakin dengan kebenarannya, ia juga mengejutkan para detektif karena ia sangat tenang saat diinterogasi.
Saat bertemu dengan dua detektif asisten, Totono perlahan-lahan menjadi dekat dengan Furomitsu dan Ikemoto karena sifat kemanusiaannya serta empatinya yang tinggi.
Kedua sifat tersebut sangat sulit ditemukan di kantor kepolisian. Terutama karena kepala penyelidik sangat memandang rendah Furomitsu sebab ia adalah perempuan.
Ikemoto juga berkali-kali dikejutkan karena Totono berhasil mengetahui fakta-fakta yang rekan-rekannya tidak tahu. Seperti bahwa istrinya sedang hamil dan mereka sedang bertengkar, hanya karena pakaiannya tidak disetrika.
Totono berhasil menghindari tuduhan karena ia mengangkat fakta bahwa korban adalah anak dari keluarga kaya, bahkan mendapatkan mobil sebagai hadiah saat ia masih SMA. Tapi, mobil itu dijual oleh orang tuanya karena sebuah peristiwa.
Pada saat yang berdekatan dengan mobil dijual kembali, istri dan anak Yabu mengalami kecelakaan hingga meninggal ditempat. Ternyata pelaku tabrakan tersebut menggunakan mobil milik korban, sehingga buktinya disingkirkan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
