
Poster film dan sampul jilid pertama The Concierge at Hokkyoku Department Store. (myanimelist)
JawaPos.com - Setiap pekerjaan memiliki tantangannya sendiri, bahkan bagi mereka yang mencintai profesinya. Tantangan itu terasa semakin berat pada pekerjaan yang menuntut interaksi dengan banyak orang setiap hari. Salah satunya adalah profesi concierge atau pramutamu.
Seorang concierge bertugas membantu dan melayani kebutuhan pelanggan selama mereka berada di pusat perbelanjaan, department store, atau tempat lainnya. Perannya bisa dibilang seperti asisten pribadi sementara bagi setiap tamu, mulai dari permintaan sederhana hingga kebutuhan yang tidak terduga.
Dalam dunia concierge, pelayanan adalah segalanya. Mereka dituntut untuk selalu bersikap ramah, solutif, dan profesional. Bahkan, kata “tidak” hampir tidak pernah boleh terucap, karena kualitas pelayanan menjadi tolok ukur utama penilaian mereka.
Hal inilah yang dialami Akino, seorang concierge di Hokkyoku Department Store. Di tempat kerjanya, Akino diwajibkan memenuhi setiap permintaan pelanggan tanpa pengecualian, termasuk permintaan yang terdengar tidak masuk akal.
Di tengah tekanan pekerjaan dan ekspektasi tinggi dari pelanggan, Akino berusaha menjalankan tugasnya sebaik mungkin, menghadapi berbagai karakter unik yang datang silih berganti, dan menemukan makna baru tentang pelayanan, empati, serta ketulusan dalam bekerja.
Hokkyoku Department Store sendiri adalah toko mewah yang menjual hampir semuanya sesuai dengan kebutuhan semua pelanggannya. Di saat yang sama, toko ini menerima pelanggan dari berbagai usia, ukuran, jenis kelamin, hingga makhluk, yang membuat pekerjaan Akino makin rumit.
Akino bakan hampir dipecat pada hari pertamanya karena sebuah kesalahan. Akino ingin membantu salah satu oposum, mengira ia mengenakan jaket bulu tebal. Ternyata jaket tersebut adalah anak-anaknya.
Akino dimarah-marahi oleh si pelanggan dan manajernya habis-habisan. Sejak saat itu, Akino mulai lebih teliti lagi terhadap para pelanggan tokonya.
Salah satu kesuksesan Akino pertama adalah ketika ia berhasil membantu ayah dan anak ferret. Seekor ferret cantik datang ke Hokkyoku Department Store untuk mencari hadiah untuk ayahnya. Ferret itu berpikiran untuk membelikan pena, karena ayahnya suka mencatat banyak hal. Akino pun segera mencarikan pena yang bagus selagi si putri melihat-lihat barang lain.
Lalu Akino melihat seekor ferret paruh baya ke meja pajangan sisir rekannya. Ia mendengar bahwa ferret itu mencari hadiah untuk putrinya, dan hendak membelikan sisir untuknya.
Melihat interaksi tersebut, Akino menyadari bahwa hadiah yang hendak dibelikan dari kedua pihak tidak cocok untuk satu sama lain.
Si putri memiliki rambut yang sangat pendek, sehingga sisir cantik tidak akan berguna banyak. Sementr sang ayah baru saja membeli pena baru yang masih sangat bagus, sehingga pena baru tidak akan terpakai langsung.
Akino juga menyadari beberapa hal yang mungkin dapat menjadi ide hadiah. Sang putri adalah model majalah fesyen terkenal, sehingga ia akan terlihat cantik dengan pakaian baru. Sang ayah mengenakan jam tangan yang tertutupi oleh bulu tebal, sehingga ia lebih baik menggunakan jam model lain.
Akino cepat-cepat menyarankan si putri untuk juga melihat koleksi jam saku milik toko. Lalu, kepada sang ayah, akino menyarankan koleksi selendang mewah.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
