Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 20.31 WIB

Inginkan Setiap Kegiatan Zero Accident, Mabes TNI Evaluasi Seluruh Rangkaian HUT ke-80 TNI

Atraksi terjun payung saat Upacara HUT ke-80 TNI di kawasan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Atraksi terjun payung saat Upacara HUT ke-80 TNI di kawasan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Mabes TNI menginginkan setiap kegiatan zero accident. Karena itu, Rangkaian kegiatan HUT ke-80 TNI dievaluasi. Walau berjalan dengan sukses, namun 2 orang prajurit TNI gugur. Insiden itu menjadi duka mendalam bagi Mabes TNI dan seluruh jajaran.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan agar kegiatan-kegiatan TNI berikutnya berjalan tanpa kendala. Apalagi sampai memakan korban jiwa seperti yang terjadi dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI.

”Terlepas dari ada beberapa kedukaan yang terjadi, 2 prajurit kami gugur dalam pelaksanaan HUT itu. Pimpinan langsung sehari selepas pelaksanaan, melaksanakan evaluasi terhadap apa-apa kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan HUT ke-80 TNI,” terang dia. 

Evaluasi dilakukan mulai persiapan acara, perencanaan, sampai pelaksanaan. Tujuan tidak lain agar insiden-insiden yang berpotensi membahayakan prajurit dapat dieliminir. TNI menyatakan bahwa prioritas instansinya adalah keamanan bagi para prajurit.

”Kemudian evaluasi lain terkait dengan lokasi pelaksanaan, kemudian beberapa kendala-kendala di lapangan yang diharapkan nanti pada saat HUT berikutnya bisa kami laksanakan lebih baik lagi, meminimalkan kecelakaan sehingga bisa berjalan baik,” terang Freddy.

Jenderal bintang 2 TNI AL itu menyatakan bahwa evaluasi dilakukan secara terus menerus. Tidak hanya evaluasi perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan, aspek keterampilan, kemampuan, serta hal-hal teknis lainnya. Termasuk standar operasional prosedur (SOP).

”Mengingat semua aksi unjuk keterampilan kemampuan prajurit itu memiliki tingkat resiko tinggi. Seperti kita lihat sendiri, baik yang melaksanakan sailing pass di laut dengan sekian puluh alutsista kapal perang, kemudian rangkaian pesawat terbang helikopter dan unjuk kebolehan di laut itu memiliki resiko yang tinggi,” kata dia.

Pada Sabtu malam (4/10), salah seorang prajurit Kostrad bernama Pratu Johari Alfarizi tewas setelah jatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut menggunakan transporter. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (6/10), Panglima Kostrad Letjen TNI M. Fadjar membenarkan peristiwa tersebut. 

Sementara kabar duka yang datang dari Praka (Mar) Zaenal Mutaqim disampaikan oleh TNI AL. Dia gugur setelah mengalami insiden dalam Presidential Inspection berlangsung di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (2/10). Dia meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore