Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Oktober 2025, 01.47 WIB

Menko Yusril Ihza Mahendra Pastikan Pemerintah Tak akan Beri Visa Bagi Atlet Israel ke Jakarta

Menko Kumham-Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memberikan visa kepada enam atlet Israel yang berencana hadir dalam Kejuaraan Senam Dunia 2025 yang akan digelar di Jakarta, pada 19–25 Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra.

"Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel yang berniat untuk hadir di Jakarta mengikuti kejuaraan senam artistik dunia yang diselenggarakan 19–25 Oktober, yang akan datang," kata Yusril di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Kamis (9/10).

Yusril menegaskan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam pidatonya di Majelis Umum PBB baru-baru ini.

"Sikap pemerintah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan. Terakhir, dalam pidato beliau di PBB yang sangat keras mengecam Israel yang terus melakukan kekejaman dan kebiadaban atas rakyat Palestina terutama di Gaza," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia tetap konsisten dalam sikapnya untuk tidak menjalin kontak apapun dengan Israel, sampai negara tersebut mengakui keberadaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

"Pemerintah Indonesia tegas bahwa tidak akan melakukan kontak apapun dengan pihak Israel sampai dengan Israel mengakui keberadaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dan barulah Pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan melakukan hubungan normal internasional lainnya," ujar Yusril.

Yusril juga menegaskan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspirasi rakyat yang secara luas menolak kehadiran kontingen Israel di Tanah Air. "Sikap pemerintah ini juga sejalan dengan harapan seluruh rakyat yang dapat kita simak adanya penolakan keras dari berbagai ormas keagamaan, Majelis Ulama, dari pemerintah daerah, dari partai politik, dan semua itu disimak oleh pemerintah," jelasnya.

Yusril memastikan keputusan tersebut sudah melalui koordinasi lintas kementerian di bawah koordinasi Kemenko Kumham Imipas. Ia pun memastikan, tidak ada celah bagi atlet Israel untuk hadir dalam ajang dunia tersebut di Jakarta. 

"Kami ingin menjelaskan bahwa pemerintah tegas dan konsisten sikapnya kepada Israel dan tidak akan memberikan visa kepada enam atlet Israel yang menurut berita-berita media Israel akan hadir dalam kompetisi kejuaraan senam artistik dunia di Jakarta ini," imbuhnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya secara tegas menolak terhadap kehadiran atlet Israel dalam ajang olahraga internasional yang akan digelar di Indonesia. 

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan pemerintah harus bersikap tegas dan tidak memberikan izin bagi atlet Israel untuk tampil di tanah air. Menurutnya, langkah ini penting untuk menghindari gejolak publik, serta menjaga konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Saya sangat gigih untuk mencegah supaya tidak ada tim olahraga, termasuk sepak bola U-20 maupun senam artistik, yang diikuti oleh Israel. Saya sudah pernah menyampaikan agar pemerintah sejak awal mengantisipasi hal-hal seperti ini," tegas Sudarnoto di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (7/10).

Ia mengingatkan, pemerintah agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu ketika Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat penolakan terhadap kehadiran tim Israel. "Jangan sampai kejadian seperti itu terulang dua kali," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore