Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 06.07 WIB

STQH Nasional 2025: Membangun Generasi Qurani

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno (dua dari kanan) membuka STQH Nasional 2025 di Kota Kendari. (Humas Kemenko PMK) - Image

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno (dua dari kanan) membuka STQH Nasional 2025 di Kota Kendari. (Humas Kemenko PMK)

JawaPos.com-Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Quran dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII di Kota Kendar malam. Dia mengatakan kader-kader Islam sudah waktunya kembali ikut membangun peradaban dengan memadukan iman dan akal.

Mantan Rektor UGM itu mengatakan, Islam bukan sebuah agama yang anti kemajuan ilmu pengetahuan. Justru Islam mendorong umatnya jadi pelopor inovasi yang berakhlak mulia.

Dia menceritakan Islam pernah jadi mercusuar ilmu pengetahuan dunia. Mantan Mensesneg itu mengingatkan bahwa para ilmuwan Muslim masa lalu bukan hanya ahli di bidang sains dan teknologi. Tetapi juga penghafal Alquran dan mampu memadukan iman dan akal dalam membangun peradaban besar.

“Ini bukti bahwa iman dan akal dapat bersinergi membangun peradaban,” ujar Pratikno.

Pada kesempatan itu Pratikno mengajak generasi muda Islam untuk terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas. Menurut dia, kemajuan harus dijadikan sarana memperkuat syiar Islam di tingkat global.

“Kemajuan tanpa akhlak ibarat pedang tajam di tangan orang yang matanya tertutup," kata Pratikno.

Untuk itu menurut dia, Alquran dan Hadis berperan sebagai kompas moral abadi dalam mengarungi kehidupan umat manusia. Dia menegaskan Islam tidak pernah anti terhadap kemajuan. Tetapi mendorong umatnya menjadi pelopor inovasi yang berpijak pada nilai-nilai akhlakul karimah.

Dalam kesempatan yang sama Menag Nasaruddin Umar menilai STQH Nasional bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan. Tetapi menjadi wasilah spiritual untuk menyemai generasi Qurani yang unggul, tangguh, dan cinta lingkungan.

Menurut dia tema besar STQH yakni Syiar Al-Qur'an dan Hadis: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan, hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan zaman. Termasuk meningkatnya ketegangan sosial dan krisis ekologis.

“Al-Qur'an dan Hadis hadir sebagai suara kenabian yang menyeru pada kasih sayang dan harmoni,” ujar Nasaruddin Umar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore