Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 05.44 WIB

Heboh Tayangan Santri Ngesot dan Kiai Terima Amplop, Kemenag Buka Suara, Minta Media Tak Picu Kegaduhan

Cuplikan tayangan di Trans7 yang menggambarkan sosok kiai menerima uang dan sejumlah santri berjalan ngesot. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Beredarnya video yang ditayangkan Trans7 terus memicu kecaman. Pasalnya video itu bernarasi tendensius terhadap santri dan kiainya. Digambarkan sejumlah santri ngesot saat menghadap kiainya. Kemudian kiainya menerima amplop dari santri atau jamaahnya.

Kementerian Agama (Kemenag) selaku lembaga yang menaungi pesantren, akhirnya angkat suara. Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, santri adalah sosok yang mengedepankan akhlakul karimah, adab, dan norma kepada guru dan kiai. Bahkan kepada siapa pun. 

Basnang mengatakan, di pondok pesantren diajarkan bahwa sumber keberkahan ilmu adalah dengan menghormati sosok yang mengajarkan ilmu. "Media seharusnya menjadi bagian yabg menenangkan. Bukan membuat dan memancing kegaduhan-kegaduhan di tengah masyarakat," katanya, Selasa (14/10) malam.

Basnang mengajak semua pihak untuk menghormati kiai, yang sungguh telah mendidik anak-anak bangsa. Termasuk juga memperbaiki akhlak dan moral anak-anak Bangsa Indonesia.

"Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugasnya negara. Tetapi jauh sebelum kemerdekaan para kiai telah ikut mengambil bagian membantu negara dan pemerintah," jelasnya. Para kiai lewat pesantren yang dibangun sendiri, ikut ambil peran mendidik generasi bangsa.

Sebelumnya kecaman datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Dia menyatakan keberatan dan protes keras terhadap tayangan program "Expose Uncensored" di Trans7 yang ditayangkan pada Senin, 13 Oktober 2025. 

Menurutnya, tayangan tersebut tidak hanya melanggar prinsip jurnalisme. Tetapi juga melecehkan pesantren dan tokoh-tokohnya. Dia menilai isi tayangan tersebut secara terang-terangan telah menghina dan merendahkan dunia pesantren. 

Tidak hanya menyentuh institusi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Tetapi juga menyudutkan tokoh-tokoh pesantren yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menindak stasiun televisi bersangkutan. Respon tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Infokom (Informasi dan Komunikasi) KH Masduki Baidlowi di Jakarta, Selasa (14/10). 

Masduki mengatakan, tindakan tegas dari KPI diperlukan, karena tayangan Trans7 melalui program Expose dianggap menyinggung pesantren dan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri KH Anwar Manshur. 

Masduki sangat menyayangkan tayangan tersebut. Karena dinilai tidak cover both side, crosscheck, profesional dan sangat tendensius. Dia menegaskan MUI meminta sesuai regulasi dan peraturan yang ada agar KPI menegur Trans 7. "Karena ini penyiarannya sangat tendensius. Yang disinggung ini pesantren besar berpengaruh, tokohnya juga pengurus PBNU," kata Masduki. 

Mantan Staf Khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu menilai tayangan tersebut merupakan persoalan serius yang tidak main-main. Pasalnya terjadi tayangan yang tidak bermutu. Bahkan cenderung menghina tradisi yang ada di pesantren. 

"Saya kira sangat berbahaya kalau tidak dilakukan tindakan oleh KPI bisa menimbulkan tanggapan yang emosional. Saya kira jangan sampai terjadi," sambungnya. Masduki mengungkapkan Alumni Pondok Pesantren Lirboyo juga telah mengadukan persoalan ini ke MUI. Dia menegaskan bahwa tayangan tersebut sangat tendensius.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore