Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 01.40 WIB

Ikut Tangani Radiasi Cesium-137, 2 Tim Detasemen Zeni Nubika TNI AD Masih Berada di Cikande

Petugas melakukan proses pengamanan titik atau lokasi terpapar radiasi Cesium-137 di kawasan Industri Modern Cikande Banten (7/10). (Humas Kemen-LH) - Image

Petugas melakukan proses pengamanan titik atau lokasi terpapar radiasi Cesium-137 di kawasan Industri Modern Cikande Banten (7/10). (Humas Kemen-LH)

JawaPos.com - Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) TNI AD memastikan bahwa 2 Tim Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) Angkatan Darat masih berada di Cikande, Serang, Banten. Mereka terlibat dalam penanganan radiasi Cesium-137 di kawasan tersebut. 

Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto menyampaikan bahwa pengiriman tim dari Detasemen Zeni Nubika dilakukan atas permintaan resmi dari pemerintah. Persisnya dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). 

”Keberangkatan Satuan Detasemen Zeni Nubika atas permintaan langsung dari menteri lingkungan hidup. Saat ini personel tersebut sedang bekerja di Cikande,” kata Mayjen Budi kepada awak media di Jakarta pada Rabu (15/10). 

Budi menyatakan bahwa 2 Tim Detasemen Zeni Nubika itu diperkuat oleh 44 personel. Masing-masing tim berisi 22 orang. Mereka dipastikan memiliki kualifikasi dan kemampuan untuk menangani berbagai persoalan terkait dengan nuklir, biologi, dan kimia, termasuk cemaran radioaktif di Cikande

”Kami memiliki personel yang memiliki kemampuan itu dan didukung oleh alat-peralatan yang sudah disiapkan, yang sudah diberikan oleh bangsa dan negara,” ujar Budi. 

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa mulai Sabtu pekan lalu (11/10), tim dari TNI dan Polri diturunkan untuk membantu dan mempercepat proses dekontaminasi radioaktif tersebut. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Hanif saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta pada Jumat (10/10).

Berdasar data KLH, secara keseluruhan ada 10 titik yang terdeteksi memancarkan radioaktif di kawasan Cikande. Masing-masing titik itu memancarkan radioaktif dengan intensitas yang berbeda-beda. Namun demikian, Hanif menyatakan bahwa proses dekontaminasi dilaksanakan secara serentak. Tidak sebagian-sebagian atau bertahap. 

”Kami skenariokan (proses dekontaminasi) tidak dilakukan secara bertahap, tapi dilakukan secara sekaligus, sepuluh titik langsung,” jelasnya. 

Tata cara dekontaminasi yang dilakukan oleh tim dari TNI dan Polri dilaksanakan berdasar pada arahan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Karena itu, dia memastikan tidak ada satu pun personel yang akan melakukan dekontaminasi secara serampangan. Seluruhnya dilakukan sesuai dengan tata cara yang ditentukan. 

”Semua tata laksana yang ada wajib mengikuti tata laksana yang diberikan oleh BRIN,” terang dia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore