
Ilustrasi tenaga kesehatan. (pixabay)
JawaPos.com-Penguatan tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa di panggung internasional. Dengan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global, Indonesia dapat berperan lebih besar dalam kerja sama internasional di bidang kesehatan.
Termasuk pula penanganan krisis kesehatan global, pertukaran pengetahuan medis, hingga misi kemanusiaan lintas negara. Tenaga kesehatan yang tangguh juga menjadi cerminan kualitas sistem kesehatan nasional yang mampu memenuhi standar global.
Selain itu, penguatan tenaga kesehatan berpotensi membuka peluang lebih luas bagi Indonesia dalam diplomasi kesehatan. Tenaga medis yang terlatih dan diakui secara internasional dapat menjadi duta bangsa dalam memperkenalkan keunggulan dan kapasitas kesehatan Indonesia di berbagai forum dunia.
Direktur Mutu SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yudi Pramono meyakini bahwa karir internasional para perawat Indonesia diperlukan demi tingkatkan kualitas sistem kesehatan Indonesia di masa depan.
Alhasil, Kemenkes bersama dengan Yayasan Binawan dan Poltekkes Kemenkes Semarang terus berupaya untuk menguatkan tenaga kesehatan Indonesia pada panggung internasional.
Salah satunya dengan meresmikan Binawan International Career Center Cabang Semarang dan Kelas Program Eropa di Jawa Tengah yang sekaligus sebagai bentuk konkret strategi nasional.
“Perawat penerima beasiswa program eropa nanti tidak hanya mendapatkan akses ke lapangan kerja di Eropa, tetapi juga membangun jaringan profesional internasional, memperluas wawasan klinis, dan berpotensi untuk berkontribusi di negeri sendiri setelah kembali, nantinya akan memperkaya sistem kesehatan Indonesia baik lewat transfer knowledge, inovasi praktik keperawatan, maupun dengan memperbaiki mutu pelayanan kesehatan di tanah air,” kata Yudi dalam keterangannya, Jumat (17/10).
Sementara itu, Plt Direktur Poltekkes Kemenkes Sugiyanto menyatakan komitmennya menjadikan institusi ini sebagai penggagas gerakan internasionalisasi perawat Indonesia.
”Program ini bukan hanya membuka kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar, berkembang, dan kelak kembali berkontribusi bagi bangsa,” ungkap Sugiyanto.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer Binawan Kristin Tan menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi yang terus terjalin antara semua pihak.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Poltekkes Kemenkes Semarang tanpa sinergi dan komitmen dari pihak kampus, tentu program ini tidak akan bisa,” jelas Kristin.
Adapun langkah ini termasuk pada hasil sinergi jangka panjang antara Kementerian Kesehatan, Yayasan Binawan, dan Poltekkes Kemenkes Semarang. Harapannya, para lulusan serta perawat asal Jawa Tengah kini memiliki akses dan jalur yang lebih terarah untuk menembus pasar kerja global yang semakin kompetitif.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
