
Sejumlah orang tua siswa Sekolah Rakyat Semarang saat mengantarkan anaknya ke asrama di kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, Jawa Tengah. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com – Genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam dua program unggulan Asta Cita, yakni sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi desa. Hingga Oktober 2025, telah berdiri 165 Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Unggul Garuda, serta 83.132 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, pembangunan dan penyelenggaraan sekolah tersebut telah membelanjakan Rp 1,1 triliun atau 8 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 14,4 triliun.
“Pagunya cukup tinggi karena ini termasuk untuk renovasi maupun penyelenggaraan operasional,” ujar Suahasil dalam sebuah konferensi pers APBN KiTA, dikutip Minggu (19/20).
Dari total anggaran itu, lanjutnya, Rp 816 miliar telah dikucurkan melalui Kementerian PUPR untuk renovasi sentra pendidikan, sementara Rp 204,6 miliar melalui Kementerian Sosial untuk penyelenggaraan pendidikan.
"Adapun hingga kini, sebanyak 165 sekolah rakyat dan sekolah unggul garuda telah berdiri di berbagai wilayah, terdiri dari 22 sekolah di Sumatera, 48 di Jawa, 15 di Sulawesi, 4 di Kalimantan, 7 di Maluku-Papua, dan 4 di Bali–Nusa Tenggara," jelasnya.
Sementara itu, pada fase awal program ini telah dimulai sejak tahun ajaran 2025/2026 dengan memanfaatkan fasilitas negara yang direnovasi. Total 15.370 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA kini telah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda menjadi salah satu upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak prasejahtera. Terlebih, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 100 sekolah baru setiap tahunnya, terutama di wilayah kantong masyarakat ekonomi lemah.
Sementara itu, di bidang ekonomi desa, data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes) per 15 Oktober 2025 mencatat telah berdiri 83.132 Koperasi Desa Merah Putih, dengan 82.058 di antaranya telah berbadan hukum.
Diketahui, jumlah ini melampaui target awal 80 ribu koperasi yang dicanangkan Presiden Prabowo pada Maret 2025. Bahkan, jumlah anggota koperasi pun menembus 1.043.447 orang, dengan 685.554 pengurus dan pengawas yang aktif.
Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah juga mulai membangun 800 unit gudang dan gerai Kopdes Merah Putih secara serentak di berbagai daerah. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Desa Wanajaya, Cibitung, Bekasi, belum lama ini.
Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam proyek ini akan mempercepat proses konstruksi, karena dikategorikan sebagai operasi militer non perang yang strategis untuk memperkuat ekonomi desa.
“Kita mulai proses peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya. Ini menandai kembalinya rakyat sebagai pelaku utama ekonomi Indonesia,” kata Ferry dalam keterangannya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
