Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 01.51 WIB

Prabowo Minta BGN Sertakan Sendok di Kotak Makan, agar Siswa Makan MBG Tak Pakai Tangan

Penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta (Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta (Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyiapkan anggaran penyediaan sendok dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia tak mau siswa makan langsung menggunakan tangan, demi menghindari risiko keracunan makanan.

“Mungkin kita harus sekarang, Kepala BGN, mungkin, sudahlah, dibagi aja sendok yang sederhana, tidak apa-apa. Saya kira sendok itu tidak terlalu mahal,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

Prabowo juga meminta BGN memperketat pengawasan terhadap produsen bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam program MBG.

“Saya tekankan Kepala BGN dan jajaran untuk menghasilkan suatu prosedur tetap yang ketat, menggunakan alat-alat terbaik, untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan tidak terjadi,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering makan dengan tangan. Ia meyakini para guru di sekolah juga memiliki peran penting dalam membiasakan siswa menjaga kebersihan sebelum makan.

“Kita juga harus yakinkan para guru-guru yang semua terlibat untuk mendidik anak-anak kita kalau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya. Di setiap sekolah harus tersedia air yang bersih, juga dengan sabun. Kita harus didik juga, yang namanya anak-anak sudah merasa dicuci tangannya. Kita sebagai guru dan orang tua tidak boleh malas untuk mengingatkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi pada pelaksanaan MBG. Ia menyebutkan sekitar 8 ribu porsi makanan menjadi penyebab penerimanya mengalami gangguan pencernaan.

“36,7 juta ini bukan tanpa kekurangan. Ada beberapa ribu yang keracunan makan, sakit perut, tetapi kalau diambil statistik 8.000 dari 1,4 miliar masih dalam koridor error yang manusiawi,” ujar Prabowo.

“Kalau tidak salah, kekurangannya adalah katakanlah angka yang sakit itu adalah mungkin sekitar 0,0007, yang berarti 99,99 persen berhasil,” tambahnya.

Prabowo menilai, program MBG sudah menunjukkan hasil yang sangat positif. Ia membandingkan, di negara lain program serupa bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk dijalankan secara masif.

“Jadi saya kira, dalam sepanjang usaha manusia, hampir tidak ada usaha manusia yang dilaksanakan selama satu tahun dengan volume yang demikian besar, yang zero error, zero defect. Sangat sulit. Walaupun kita tidak boleh menerima,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore