Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 02.41 WIB

Riwayat Aksi Lamek Taplo, Pimpinan OPM yang Tewas dalam Serbuan TNI di Pegunungan Bintang Papua Pegunungan

Ilustrasi barang bukti milik OPM yang ditumpas TNI. (TNI) - Image

Ilustrasi barang bukti milik OPM yang ditumpas TNI. (TNI)

JawaPos.com - Panglima Kodap XV Ngalum Kupel Lamek Alipky Taplo tercatat pernah melakukan sejumlah aksi bersama kelompoknya.

Sebelum dipastikan tewas oleh Komando Operasi (Koops) Swasembada Papua pada Minggu (19/10), Lamek Taplo tercatat pernah terlibat dalam 8 aksi kekerasan yang menyebabkan 6 korban meninggal dunia. 

Asintelter Koops Swasembada Papua Letkol Infanteri Renaldy menyampaikan bahwa Lamek Taplo dikenal sebagai salah seorang pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) paling aktif dan radikal di wilayah Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan

Riwayat aksi yang dilakukan kelompok Lamek Taplo sudah ada sejak 5 tahun lalu. 

”Sejak 2020 hingga 2025, kelompok Lamek Taplo telah melakukan berbagai aksi kekerasan dan teror,” ungkap Letkol Renaldy dalam keterangan resmi pada Senin (20/10). 

Rangkaian aksi teror dan tindak kekerasan tersebut dibeber oleh Letkol Renaldy. Mulai 2020-2025, Lamek Taplo tidak berhenti melakukan aksi penyerangan. Baik yang menyasar masyarakat sipil maupun aparat dari TNI.

Bahkan kelompok itu juga tidak segan-segan menyasar fasilitas publik yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Papua. Berikut rincian aksi kelompok Lamek Taplo:

  1. Menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua (2 Maret 2020).
  2. Merampas senjata dari Pospol Subsektor Oksamol (28 Mei 2021).
  3. Menyerang Satgas Pamtas 403/WP, membakar Puskesmas Kiwirok, dan membunuh tenaga kesehatan (13 September 2021).
  4. Menembaki Pesawat Smart Aviation (8 Oktober 2021).
  5. Membakar sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon (Desember 2021).
  6. Menyerang aparat TNI–Polri di berbagai titik (2022–2025).
  7. Melakukan penembakan terhadap helikopter yang membawa bantuan kemanusiaan (Oktober 2025).
  8. Membakar sekolah, gereja, dan Puskesmas Distrik Kiwirok (Oktober 2025).

”Aksi-aksi brutal tersebut telah menyebabkan 6 korban jiwa dan 8 lainnya luka berat, kerugian materiil berupa 7 bangunan fasilitas umum dirusak dan dibakar, 6 unit alat berat dibakar, serta menghambat pelayanan publik dan pembangunan di wilayah Kiwirok,” jelasnya.

Dalam keterangan yang sama, Renaldy menyatakan bahwa operasi penyerbuan markas OPM di Kiwirok berjalan dengan baik. Dia memastikan, situasi dan kondisi Distrik Kiwirok saat ini sudah berangsur kondusif.

Aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri juga terus melakukan pengamanan dan patroli di sejumlah titik strategis. Tujuannya untuk mencegah potensi gangguan keamanan lain.

”Tewasnya Lamek Alipky Taplo merupakan pukulan telak bagi struktur OPM di wilayah Pegunungan Bintang dan juga merupakan tindakan nyata TNI dalam rangka menjamin keamanan masyarakat di perbatasan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” jelasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore