Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 23.53 WIB

Momentum Hari Santri, Cak Imin Tegaskan Tak Ingin Ada Lagi Bangunan Pesantren yang Roboh

Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin usai memimpin Apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumut.(Muhammad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin usai memimpin Apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumut.(Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para santri di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Cak Imin usai memimpin Apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (22/10).

Cak Imin memastikan, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keberlangsungan pesantren agar tidak ada lagi kejadian yang membahayakan para santri. Ia tak menginginkan peristiwa bangunan roboh seperti di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Dari titik 0 Barus, kita ingin para santri di seluruh Indonesia mendapatkan perlindungan, rasa aman, nyaman dalam belajar. Pemerintah harus turun tangan, tokoh-tokoh masyarakat harus membantu. Tidak boleh lagi ada kekerasan di pesantren,” kata Cak Imin.

Ia menekankan peristiwa tragis yang pernah terjadi di sejumlah pesantren, baik karena kelalaian bangunan maupun tindak kekerasan, tidak boleh terulang kembali. Menurutnya, keselamatan santri adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat.

“Tidak boleh lagi ada ancaman bahaya, kerawanan-kerawanan bangunan. Tidak boleh lagi ada yang namanya tindakan-tindakan kriminal yang membahayakan para santri kita. Mari kita bahu-membahu pemerintah, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, ketua yayasan, para pembina pendidikan,” tegasnya.

Ketua Umum PKB itu menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya memperkuat perlindungan dan pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Ia berharap setiap pihak yang terlibat dalam pengelolaan pesantren benar-benar memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan para santri. 

“Semuanya harus bahu-membahu agar tercipta rasa aman dan nyaman para santri, para siswa untuk terus menikmati belajar,” tuturnya.

Selain menyoroti pentingnya aspek keselamatan, Cak Imin juga menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa. Ia menyebut santri bukan hanya bagian dari masa lalu kejayaan Islam di Nusantara, tetapi juga kunci masa depan kemajuan Indonesia. 

“Yang kedua, santri tidak boleh ketinggalan. Santri harus menjadi pemimpin perbaikan dan perubahan, menjadi lokomotif dari perbaikan dan kemajuan,” ujar Cak Imin.

Ia menilai, nilai-nilai keislaman yang diajarkan di pesantren merupakan fondasi moral bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Santri dengan nilai-nilai ajaran yang mulia harus menjadi contoh teladan, yang harus mewarnai pendidikan nasional kita. Santri dan para pimpinan pesantren harus mengejar ketertinggalan. Jujur kita akui masih banyak yang tertinggal, masih banyak yang belum maju,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cak Imin mengajak seluruh kalangan pesantren untuk tidak hanya memperkuat pendidikan agama, tetapi juga memperluas wawasan sains dan teknologi. Ia menilai kombinasi antara keilmuan agama dan pengetahuan modern adalah kunci agar santri mampu bersaing di era global. 

“Kita harus berbahu-membahu untuk menjadi maju. Ilmu agama dalam tapi sains dan teknologi, ilmu pengetahuan harus terus dikuatkan,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore