Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 00.13 WIB

Cak Imin Tak Ingin Ada Santri Hidup Miskin: Minta Pimpinan Pesantren Siapkan Kemampuan Vokasi

Menag Nasaruddin Umar (kanan) bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/1). (Istimewa) - Image

Menag Nasaruddin Umar (kanan) bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/1). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan di kalangan santri. Ia menyoroti fakta bahwa sebagian besar santri masih berada di lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah. 

Pernyataan ini disampaikan Cak Imin usai memimpin apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (22/10).

“Ya, kami menyadari sepenuhnya mayoritas para santri ada di desil 1-2. Tingkat kemiskinan yang cukup tinggi,” kata Cak Imin.

Cak Imin menegaskan, pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut melalui pendidikan yang lebih baik dan terarah. Salah satunya dengan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren yang akan fokus mengurangi ketertinggalan dan meningkatkan kemajuan ekonomi di lingkungan pesantren.

“Karena itu perhatian penanggulangan kemiskinan akan terus kita dorong melalui mata rantai yang harus diberhenti, diputus. Yaitu pendidikan yang menjadi lebih baik. Nanti ada Dirjen Direktorat Jenderal Pesantren yang khusus mengurangi ketertinggalan, menambah kemajuan,” jelasnya.

Ketua Umum DPP PKB itu menambahkan, upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya berhenti pada sektor pendidikan, tetapi juga akan diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ia menyebut jutaan warga akan menerima bantuan langsung tunai dan dukungan lain yang bertujuan mengangkat ekonomi keluarga miskin.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga menyerukan agar pimpinan pesantren mulai menyiapkan para santri dengan keterampilan vokasi. Menurutnya, santri harus dibekali dengan kemampuan praktis agar bisa bersaing di dunia kerja dan mandiri secara ekonomi.

“Saya menyerukan kepada semua pimpinan pesantren untuk menyiapkan anak-anak santri dengan skill. Dengan kemampuan vokasi, apakah pertukangan, apakah kerajinan, apakah welder,” tegasnya.

Ia pun menegaskan, tanggung jawab mencetak santri yang mandiri bukan hanya di tangan pesantren, tetapi juga pemerintah. Negara, kata Cak Imin, harus memberikan dukungan penuh agar santri bisa tumbuh menjadi tenaga terampil dan wirausahawan tangguh.

“Dan semua pemerintah harus membantu agar skill santri-santri lulusnya nanti menjadi tenaga kerja yang terampil, menjadi pengusaha-pengusaha yang tangguh. Pemerintah harus mengajari mereka jadi pengusaha, mengajari mereka menjadi tenaga kerja yang siap pakai,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore