Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 21.37 WIB

1 Tahun Pemerintahan Prabowo: Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Paling Favorit, Bahlil Tidak Disukai Publik

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyerahkan uang kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (20/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Penilaian terhadap kinerja Pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto -Wapres Gibran Rakabuming terus berlangsung di kalangan publik dan lembaga survei. Hasilnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat penilaian paling favorit oleh publik. 

Penilaian itu terpotret dari riset Indonesia Social Insight (IDSIGHT) yang mencatat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat penilaian positif sangat tinggi, yakni mencapai 83,7%. 

“Meskipun baru sebulanan menjabat, Menkeu Purbaya menjadi sosok paling difavoritkan oleh publik di antara deretan para pembantu Presiden Prabowo,” ungkap Direktur Komunikasi IDSIGHT Johan Santosa di Jakarta pada Kamis (23/10). 

Sebaliknya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia paling tidak disukai publik dengan penilaian negatif tertinggi hingga 78,4%. Kontroversi serta beragam kebijakan tidak populer Bahlil bahkan memunculkan desakan untuk dilakukan penggantian pada reshuffle kabinet berikutnya.

Terobosan Purbaya dan Kinerja Positif Para Menteri

Adapun IDSIGHT melakukan analisis terhadap tanggapan pengguna media sosial pada akun milik menteri/kepala badan atau kementerian. Konten mencakup postingan pada platform Instagram, X/Twitter, Facebook Page, dan Tiktok selama rentang waktu 24 September-3 Oktober 2025. 

"Pergantian tim ekonomi memang sempat menimbulkan pesimisme, tetapi publik juga resah dengan kebijakan Sri Mulyani yang dituding biang kenaikan pajak,” jelas Johan.  

Gaya berbeda yang ditampilkan Purbaya dengan lugas, blak-blakan, dan turun ke lapangan menjadikannya sebagai idola baru masyarakat. “Kehadiran Menkeu Purbaya membangkitkan optimisme akan adanya perbaikan ekonomi dan bersih-bersih di pemerintahan,” tegas Johan.

Gebrakan Purbaya mengucurkan dana Rp 200 triliun yang berasal dari saldo anggaran lebih (SAL) kepada bank-bank Himbara ditujukan untuk disalurkan pada kredit produktif, khususnya bagi industri padat karya yang banyak menyerap lapangan kerja serta sektor UMKM. 

"Kritik Purbaya soal cukai rokok hingga kegeraman soal lambatnya pembangunan kilang Pertamina menuai dukungan luas publik,” lanjut Johan. Purbaya juga menjanjikan pertumbuhan ekonomi 6-8% dan ajakan kepada generasi Z untuk "sama-sama menjadi kaya bersama”. 

Sementara itu, peringkat kedua dengan kinerja terbaik diperoleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendapat penilaian positif (72,3%). “Apresiasi terhadap Amran berkat keberhasilannya mendongkrak produksi pangan dan tekad mewujudkan swasembada,” papar Johan. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore