
Mendikdasmen Abdul Mu
JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar pelajaran menulis kembali dihidupkan di sekolah. Mu’ti memastikan pihaknya akan menindaklanjuti permintaan Presiden Prabowo tersebut.
“Belum ada pembahasan. Tapi yang disampaikan beliau di rapat kabinet bahwa anak-anak dibiasakan menuliskan itu nanti kami tindaklanjuti," kata Mu’ti di Jakarta, Rabu (22/10) malam.
Mu’ti menilai, kemampuan menulis merupakan keterampilan penting yang perlu terus diasah oleh peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Menulis, menurutnya, bukan hanya soal kemampuan bahasa, tetapi juga bagian dari pembentukan daya pikir dan ekspresi siswa.
"Teknisnya nanti bagaimana, tentu tidak harus pelajaran menulis, tetapi dibiasakan menulis," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar pelajaran menulis kembali dihidupkan di sekolah-sekolah. Permintaan itu disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka satu tahun pemerintahan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/10).
Prabowo menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah sekolah. Ia mengaku sempat menemukan tulisan seorang siswa yang sangat kecil.
“Saya juga perhatikan waktu saya keliling, saya cek anak-anak kita mungkin karena kurang biaya dia menghemat kertas, dia menulis tulisannya sangat kecil. Saya minta ditinjau kembali Mendikdasmen,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, pelajaran menulis penting untuk dibangkitkan kembali agar anak-anak dapat terbiasa menulis dengan baik dan benar. Prabowo pun meminta Menteri Keuangan untuk menyalurkan buku tulis secara gratis kepada para siswa.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa anak-anak perlu dibiasakan menulis dengan ukuran huruf yang besar. Prabowo khawatir kebiasaan menulis terlalu kecil dapat berdampak pada kesehatan mata mereka di kemudian hari.
“Yang besar-besar tulisannya, anak-anak harus dididik nulis besar. Saya khawatir kalau dia nulisnya sangat kecil ujungnya dia harus pakai kacamata semua,” pungkasnya.
