Komplek Kantor PP Muhammadiyah di Jogjakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Indonesia patut berbangga. Karena Muhammadiyah masuk dalam big five organisasi keagamaan terkaya di dunia. Dengan total asetnya yang mencapai USD 27,96 miliar atau sekitar Rp 464 triliun, Muhammadiyah berada di urutan keempat organisasi keagamaan terkaya di dunia.
Dari laporan media statistik dan visual data Asia Tenggara Seasia Stats, posisi Muhammadiyah ada di bawah The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints di urutan pertama. Organisasi ini mempunyai aset mencapai USD 265 miliar atau sekitar Rp 4.404 triliun. Jauh lebih besar dari APBN 2025 Indonesia yang disahkan Rp 3.621 triliun.
Di urutan kedua ada Catholic Church in Germany Gereja Katolik asal Jerman. Dengan kekayaan berkisar antara USD 47.24 hingga USD 265.62 miliar. Atau setara dengan Rp 785.12 triliun sampai Rp 4.414 kuadriliun.
Lalu di urutan ketiga ada Tirumala Tirupati Devasthanams (TTD). Organisasi keagamaan Hindu asal India ini berada di posisi ketiga dengan kekayaan sekitar USD 31.11 miliar atau setara dengan Rp 517 triliun. Di peringkat ke lima, atau di bawah Muhammadiyah ada Catholic Church in Australia Gereja Katolik asal Australia dengan kekayaan sebesar USD 23.25 miliar atau setara dengan Rp 386.33 triliun.
Kader muda Muhammadiyah sekaligus Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah itu mengatakan Muhammadiyah muncul sebagai organisasi Islam modern. Pandangan itu dia sampaikan saat menghadiri Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah di Solo (26/10).
Raja menilai ada dua hal yang menjadi perbedaan antara Muhammadiyah dengan organisasi islam lainnya. Pertama menurutnya hubungan antara dunia dan akhirat. Menurut dia akar kekuatan Muhammadiyah terletak pada kesalehan sosial yang berdampak nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau pengalaman pribadi saya, pengalaman mengikuti gerakan Muhammadiyah berinteraksi dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah, kesolehan orang Muhammadiyah lebih bersifat konkrit yang berdampak secara sosial. Tidak terlalu bersifat secara personal,” ujar Raja. Dia menegaskan penjelasan itu adalah pandangan pribadinya sendiri.
Dia menjelaskan Muhammadiyah melakukan perubahan sosial secara konkrit. Untuk itu Muhammadiyah memiliki amal usaha yang banyak dibanding organisasi yang lain. "Karena kesolehan Muhammadiyah adalah bagaimana kata-kata dapat diwujudkan dalam sosial dan berdampak konkrit dalam kehidupan masyarakat,” sambungnya.
Raja menambahkan karakter itulah yang menjadikan Muhammadiyah tumbuh sebagai organisasi keagamaan keempat terkaya di dunia. Pasalnya Muhammadiyah memiliki tradisi amal usaha, tata kelola organisasi, dan etos kerja yang kuat.
Dia menambahkan, tradisi demokrasi dan organisasi dalam Muhammadiyah adalah modal sosial yang membentuk kader berkemajuan. Bukan untuk menilai diri paling benar. Tetapi untuk terus berlomba dalam amal saleh yang berdampak bagi masyarakat. “Itulah yang menurut saya membuat Muhammadiyah menjadi organisasi kegamaan keempat terkaya di dunia," jelasnya.
Kemudian salam konteks hubungan antara agama dan politik, Raja menilai Muhammadiyah memiliki tradisi kolaboratif dengan negara. Sebagai kader Muhammadiyah yang kini menjabat dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto, Raja mengingatkan agar kader Muhammadiyah tidak menjadikan politik sebagai persoalan yang kaku dan dikotomis.
“Mohon maaf kalau saya salah, pengalaman kita secara historis memperlihatkan kalau Muhammadiyah gerakan kolaboratif dan adaptasi dengan kekuasaan," tuturnya. Raja menegaskan dia tidak mengatakan Muhammadiyah tidak kritis pada pemerintah.
Dalam acara turut hadir Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto. Kemudian Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurbiawan. Serta Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Azki Khoirudin.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
